BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

DPRD Soroti Inflasi, Khemal Dorong Operasi Pasar Tepat Sasaran Tanpa Matikan UMKM

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyoroti tingginya tingkat inflasi di Kota Palangka Raya yang dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan reses di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta penjelasan dari dinas teknis, khususnya Dinas Perdagangan, terkait langkah konkret pengendalian inflasi.

“Kita minta penjelasan apa langkah konkret dari Dinas Perdagangan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi yang terjadi,” ujarnya, Sabtu(11/4/2026). Khemal menyebutkan, inflasi yang terjadi tidak hanya di Palangka Raya, melainkan juga dialami secara nasional. Namun, berdasarkan data hingga Februari, inflasi di Kota Palangka Raya didominasi oleh sektor makanan dan minuman.

“Ini yang harus menjadi fokus penanganan, karena sangat berpengaruh terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” katanya. Ia mendorong pemerintah kota melalui dinas terkait untuk melakukan berbagai langkah strategis, seperti operasi pasar, pasar penyeimbang, dan pasar murah guna menstabilkan harga. Meski demikian, Khemal memberikan catatan penting agar pelaksanaan pasar murah tidak justru merugikan pelaku usaha kecil dan pedagang lokal.

“Jangan sampai operasi pasar dilakukan di pusat-pusat perdagangan atau pasar, karena itu bisa mematikan usaha pedagang kita sendiri,” tegasnya. Menurutnya, pelaksanaan pasar murah sebaiknya dilakukan dengan sistem jemput bola ke wilayah-wilayah yang jauh dari akses pasar, seperti Rakumpit, Petuk Bukit, Pager, hingga Takaras.

“Datangi langsung masyarakat yang membutuhkan, jangan di lokasi pedagang kita berjualan. Kalau harga di pasar berbeda dengan operasi pasar, tentu masyarakat akan beralih, dan pedagang kita bisa dirugikan,” jelasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan pelaku UMKM, karena sektor tersebut memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja di Kota Palangka Raya.

“Pedagang-pedagang kita ini juga membuka lapangan kerja. Kalau mereka terdampak, tentu akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat secara luas,” pungkasnya. (bam)

Related Articles

Back to top button