Meski Dikritik “Terlalu Cantik”, Drama Zhang Linghe ‘Pursuit of Jade’ Tembus 3,6 Miliar Penonton

KALTENG.CO-Industri hiburan Tiongkok kembali diguncang polemik hangat. Kali ini, perdebatan bukan soal alur cerita, melainkan visual seorang jenderal perang yang dianggap “terlalu cantik” untuk ukuran medan tempur.
Drama Pursuit of Jade yang dibintangi aktor populer Zhang Linghe menjadi pusat perhatian setelah riasan wajah sang aktor dinilai terlalu mencolok bagi seorang prajurit.
Riasan “Jam 4 Pagi” di Medan Perang
Kritik bermula ketika netizen menyoroti penampilan karakter jenderal yang diperankan Zhang Linghe. Dalam beberapa adegan pertempuran, wajah sang jenderal tampak sangat mulus, lengkap dengan riasan yang presisi, tanpa ada noda debu atau luka yang meyakinkan.
Sindiran tajam pun bermunculan di media sosial. Netizen dengan nada sarkas menyebut bahwa sang jenderal tampaknya “bangun jam 4 pagi untuk memakai makeup, demi bertempur jam 6 pagi.” Bagi sebagian penonton, estetika yang terlalu “bersih” ini merusak imersi cerita sejarah yang seharusnya penuh darah dan keringat.
Teguran Keras dari Media Militer
Polemik ini meluas hingga ke ranah institusional. Media yang berafiliasi dengan militer China turut memberikan kritik pedas. Menurut mereka, penggambaran jenderal dalam Pursuit of Jade dianggap:
Menyimpang dari Sejarah: Jenderal perang seharusnya merepresentasikan ketangguhan, bukan kelembutan visual yang berlebihan.
Melemahkan Semangat Prajurit: Citra tersebut dinilai jauh dari semangat sejati seorang pejuang dan dapat memberikan persepsi yang salah kepada publik mengenai nilai-nilai militer.
Kebijakan “Anti-Pria Feminin” Pemerintah China
Isu ini sejatinya bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari arah kebijakan pemerintah China. Sejak tahun 2021, otoritas penyiaran China telah mengeluarkan pedoman ketat yang menolak citra pria yang dianggap “terlalu feminin” di layar kaca.
Pada awal April 2026, regulator media kembali mempertegas aturan ini. Platform streaming didorong untuk memproduksi konten yang mengedepankan “Gaya China”—sebuah konsep yang menekankan pada nilai budaya tradisional dan maskulinitas yang lebih ortodoks.
Pembelaan Fans dan Rekor Penonton
Meski dihujani kritik tajam, para penggemar Zhang Linghe pasang badan. Mereka berargumen bahwa:
Pendekatan Kreatif: Estetika visual adalah bagian dari daya tarik drama untuk audiens modern.
Popularitas Masif: Fakta membuktikan bahwa kontroversi tidak menghalangi kesuksesan drama ini. Hingga awal April, Pursuit of Jade telah menembus angka 3,6 miliar tayangan.
Benturan Tren vs Regulasi
Fenomena Pursuit of Jade menunjukkan adanya jurang pemisah (gap) antara selera pasar industri hiburan yang menyukai visual “cantik” (flower boys) dengan arah kebijakan negara yang menginginkan citra pria yang lebih tangguh.
Perdebatan mengenai standar maskulinitas di layar kaca ini tampaknya akan terus berlanjut seiring dengan semakin ketatnya pengawasan pemerintah terhadap konten-konten kreatif di masa depan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah riasan jenderal di drama harus selalu realistis, ataukah estetika visual lebih penting untuk kenyamanan menonton? (*/tur)



