BeritaNASIONALPENDIDIKAN

Tembus Level Dunia! 5 Siswa Ini Buktikan Matematika Bukan Sekadar Angka Membosankan

KALTENG.CO-Dunia pendidikan Indonesia kembali harum di kancah internasional. Kali ini, lima siswa berprestasi dari SMPK Penabur Summarecon Bekasi sukses mencatatkan nama mereka dalam daftar pemenang ajang matematika bergengsi tingkat dunia.

Pencapaian luar biasa ini diraih dalam dua kompetisi utama, yakni Singapore Math Challenge (SMC) dan Singapore and Asian Schools Math Olympiad (SASMO). Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa talenta pelajar Indonesia mampu bersaing ketat dan memiliki daya saing tinggi di level global.

Daftar Peraih Medali: Dari Emas Hingga Perunggu

Kelima siswa tersebut menunjukkan dominasinya dengan membawa pulang berbagai penghargaan. Berikut adalah rincian prestasi mereka:

  1. Richard King Abraham: Meraih Gold Award dan Outstanding Achievement di SMC, serta medali emas di SASMO 2025.

  2. Jonathan Tjen: Meraih medali emas di SMC 2025.

  3. Kevin Liu Wijaya: Meraih medali emas di SMC 2025.

  4. Dionell Edward Manuppak Butarbutar: Membawa pulang medali perak.

  5. Steven Nathanael Lim: Membawa pulang medali perunggu.

Matematika: Lebih dari Sekadar Angka, Tentang Logika dan Kesabaran

Bagi para siswa ini, matematika bukan sekadar deretan rumus yang membosankan. Richard King Abraham mengungkapkan bahwa daya tarik utama matematika terletak pada proses memahami logika di balik setiap solusi.

Senada dengan Richard, Jonathan Tjen melihat tantangan dalam soal matematika sebagai sebuah seni. Menurutnya, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menemukan berbagai cara berbeda untuk menyelesaikan satu persoalan.

“Ketika menyelesaikan soal, ada berbagai cara untuk menyelesaikannya. Itu yang membuat menarik. Matematika juga mengajarkanku untuk lebih sabar,” ungkap Jonathan.

Kunci Sukses: Persiapan Matang dan Dukungan Sekolah

Prestasi gemilang ini tidak datang secara instan. Di balik medali-medali tersebut, terdapat proses panjang dan latihan yang sangat intensif. Para siswa diketahui rutin mengerjakan soal-soal dari tahun sebelumnya untuk memahami pola kompetisi internasional.

Selain kemandirian siswa, peran SMPK Penabur Summarecon Bekasi sangat krusial. Sekolah memberikan dukungan penuh melalui kelas tambahan khusus dan pembinaan intensif guna mengasah ketajaman berpikir para siswa sebelum terjun ke medan laga.

Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan

Capaian siswa-siswa Bekasi ini menjadi pengingat pentingnya pembinaan berkelanjutan di bidang Sains, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kompetisi internasional seperti SASMO dan SMC bukan hanya ajang adu kecerdasan, melainkan ruang bagi pelajar untuk memperluas wawasan dan membangun mentalitas juara.

Diharapkan, prestasi ini dapat memotivasi pelajar lain di seluruh Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri dan tidak takut menghadapi tantangan di panggung dunia. (*/tur)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button