BeritaEkonomi BisnisNASIONAL

Mengejutkan! Di Tengah Gejolak Politik Global, Inflasi April Rendah, Harga Emas Perhiasan Mulai Turun Setelah 30 Bulan

KALTENG.CO-Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode April 2026. Laporan tersebut menunjukkan adanya inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Secara tahunan, inflasi Indonesia berada di level 2,42 persen (year-on-year/yoy).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa angka inflasi tersebut masih berada dalam koridor yang cukup terkendali. Menurutnya, stabilitas ini merupakan hasil dari langkah kebijakan pemerintah yang mulai menormalisasi tekanan ekonomi di tengah gejolak global.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Strategi Menahan Subsidi BBM untuk Menjaga Daya Beli

Salah satu faktor kunci yang meredam lonjakan inflasi pada April 2026 adalah keputusan pemerintah untuk mempertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang memicu kenaikan harga minyak mentah, subsidi energi menjadi instrumen vital untuk melindungi ekonomi domestik.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melalui perhitungan yang sangat matang. Pelepasan harga BBM mengikuti harga pasar dunia dianggap berisiko tinggi bagi daya beli masyarakat.

“Kalau kita lepas harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, daya beli akan tergerus, dan efek minyak akan menambah secara signifikan. Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM,” jelas Purbaya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah lebih memilih menjaga stabilitas ekonomi melalui subsidi dibandingkan menarik subsidi untuk menambah anggaran belanja, namun membiarkan ekonomi “runtuh” akibat inflasi yang tidak terkendali.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Analisis Kelompok Pengeluaran: Transportasi Jadi Penyumbang Utama

Berdasarkan data BPS, kenaikan IHK dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026 dipicu oleh beberapa sektor utama. Meskipun secara keseluruhan terkendali, ada dua kelompok pengeluaran yang memberikan andil signifikan terhadap inflasi bulanan:

  1. Kelompok Transportasi: Mengalami inflasi sebesar 0,99 persen (andil 0,12 persen).

  2. Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: Mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (andil 0,07 persen).

Sektor Penghambat Inflasi

Di sisi lain, terdapat kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan harga (deflasi) sehingga membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan:

  • Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Turun 0,99 persen (andil -0,07 persen). Hal ini dipicu oleh penurunan harga emas perhiasan setelah sempat mengalami tren kenaikan selama 30 bulan terakhir.

  • Makanan, Minuman, dan Tembakau (Mamintem): Turun 0,20 persen (andil -0,06 persen).

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2026

Dengan inflasi tahunan yang terjaga di angka 2,42 persen, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan tetap berjalan sesuai target. Kebijakan subsidi energi terbukti mampu menjadi “rem” bagi dampak negatif ketegangan geopolitik internasional terhadap harga-harga kebutuhan pokok di dalam negeri.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat sebagai motor penggerak ekonomi nasional. (*/tur)

https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co       https://kalteng.co         https://kalteng.co       https://kalteng.co     https://kalteng.co    

Related Articles

Back to top button