Jelang Iduladha, Barantin Kalteng Perketat Pengawasan Sapi Kurban

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Situros memastikan seluruh sapi yang masuk ke wilayah Kalimantan Tengah menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Ia mengatakan, pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak terus diperketat guna menjamin keamanan hewan kurban yang akan beredar di masyarakat. “Hingga dua bulan terakhir, tercatat sekitar 962 ekor sapi telah masuk ke Kalimantan Tengah. Pasokan ini berasal dari wilayah zona hijau seperti NTT, Bali, dan Jawa Timur,” ujarnya.
Menurutnya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Kalteng menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat sesuai SK Deputi Karantina Hewan Nomor 17 Tahun 2026. Setiap sapi yang masuk wajib dilengkapi dokumen kesehatan resmi dari daerah asal.
Selain pemeriksaan administrasi, pihaknya juga menerjunkan tim dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan klinis secara menyeluruh terhadap seluruh ternak yang masuk.
“Kami melakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik hewan secara detail. Sejauh ini seluruh sapi yang masuk dinyatakan sehat dan bebas gejala PMK, sehingga dapat diterbitkan sertifikat pembebasan untuk didistribusikan sebagai hewan kurban,” jelasnya.
Ketatnya pengawasan tersebut mendapat apresiasi dari para peternak dan pedagang sapi lokal. Salah satunya disampaikan peternak sapi asal Palangka Raya, H. Sutikno, yang mengaku proses karantina tahun ini berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha maupun pembeli.
“Alhamdulillah, tahun ini prosesnya lancar. Sapi-sapi kami yang datang dari Jawa, Kupang, Bima, dan Sulawesi semuanya masuk melalui jalur karantina terlebih dahulu. Kalau belum sehat tentu tidak boleh masuk. Jadi kami sebagai pedagang merasa tenang, pembeli juga nyaman,” katanya.
Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini membuat stok sapi miliknya cepat terserap pasar. Dari total 106 ekor sapi yang didatangkan, seluruhnya telah dipesan pelanggan. “Tahun ini peminatnya luar biasa. Sebagian besar sudah dipesan lebih dulu. Kami juga terus menjaga kualitas dan kesehatan sapi agar tetap prima sampai hari penyembelihan nanti,” tuturnya.
Sondang berharap sinergi antara otoritas karantina, dinas terkait, dan para peternak dapat terus diperkuat guna memastikan pelaksanaan Iduladha 2026 di Kalimantan Tengah berjalan aman, sehat, dan lancar. Selain memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan berkurban, stabilitas kesehatan hewan juga dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan sektor peternakan dan distribusi ternak di Kalimantan Tengah. (bam)



