
KALTENG.CO-Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengambil tindakan tegas terhadap jajarannya yang kedapatan melanggar kode etik dan hukum.
Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PU yang tengah menempuh studi di luar negeri, tepatnya di Jepang dan London (Inggris), resmi dipanggil pulang ke tanah air.
Kedua abdi negara tersebut terpaksa menyudahi pendidikannya lebih awal karena terjerat pusaran kasus yang cukup serius. Mulai dari dugaan keterlibatan kasus suap, perilaku pamer kekayaan (flexing), hingga tindakan indisipliner berupa penghinaan terhadap program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
ASN di Jepang Terindikasi Kasus Suap, Diserahkan ke Penegak Hukum
Menteri Dody Hanggodo membeberkan bahwa pemanggilan pulang ASN yang menempuh pendidikan di Jepang didasari oleh adanya laporan eksternal mengenai dugaan keterlibatan dalam tindak pidana korupsi.
“Memang ada dua ASN yang kita panggil pulang. Satu terkait masalah suap ya. Ada laporan macam-macamlah. Kita panggil pulang. Itu yang di Jepang, yang baru kita panggil pulang,” ujar Dody kepada awak media di Desa Candisayan, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026).
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa oknum pegawai tersebut saat ini sudah dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Kendati demikian, pihak Kementerian PU enggan masuk terlalu dalam mengenai materi perkara karena menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dody menegaskan status hukum yang bersangkutan saat ini masih sebatas dugaan.
Oknum ASN di London Sindir Program Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, kasus yang menjerat ASN di London, Inggris, berkaitan erat dengan masalah etika dan moralitas sebagai pelayan publik. Oknum tersebut diketahui kerap melakukan flexing di media sosial dan kedapatan merendahkan program unggulan pemerintah.
“Masalah etik, sering flexing, terus sampai menghina program prioritas pemerintah namanya MBG (Makan Bergizi Gratis). Jadi saya pikir perilaku-perilaku seperti ini enggak bolehlah,” kata Dody menambahkan.
Berbeda dengan kasus suap di Jepang yang masih berupa dugaan, Dody menyatakan bahwa bukti digital terkait tindakan flexing dan penghinaan program MBG oleh ASN di London ini sudah sangat kuat. Pihak kementerian tinggal melakukan konfirmasi akhir sebelum menjatuhkan sanksi disiplin.
Pegawai Aktif Penerima Beasiswa Negara (LPDP & JICA)
Berdasarkan data internal, kedua oknum tersebut merupakan pegawai aktif yang berasal dari dua direktorat strategis di Kementerian PU, yaitu:
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA)
Direktorat Jenderal Bina Marga
Sangat disayangkan, keberangkatan mereka ke luar negeri dibiayai penuh oleh uang negara melalui skema beasiswa bergengsi, yakni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan JICA (Japan International Cooperation Agency).
Proses pemeriksaan mendalam dipastikan akan bergulir dalam waktu dekat. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU dijadwalkan akan memeriksa keduanya secara intensif pada awal pekan depan (Senin-Selasa).
Sentilan Keras Menteri PU: “Kalau Mau Sok-sokan, Jangan Jadi ASN!”
Buntut dari peristiwa coreng muka ini, Menteri Dody langsung memerintahkan Kepala BPSDM Kementerian PU, Bisma, untuk mengumpulkan seluruh penerima beasiswa secara daring via Zoom guna memberikan arahan dan peringatan keras agar menjaga sikap di negeri orang.
Dody mengingatkan kembali khittah seorang ASN yang digaji dari keringat dan pajak rakyat. Perilaku pamer kemewahan dinilai sangat melukai hati masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Kalau mau sok-sokan boleh, saya enggak dilarang, cuma jangan jadi ASN gitu lho. Enggak pernah saya orang dilarang flexing, cuma jangan jadi ASN. ASN itu kan dikasih makan oleh masyarakat. Saya kalau begitu tuh pasti akan melukai hati masyarakat yang mungkin menengah ke bawah,” pungkas Dody dengan nada tegas. (*/tur)



