Resmi! Bahasa Inggris Wajib untuk Siswa SD Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

KALTENG.CO-Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dalam memodernisasi kurikulum pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan bahwa Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran (mapel) wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028 mendatang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global sejak dini.
Diterapkan Mulai Kelas 3 SD secara Bertahap
Kebijakan mengenai wajibnya pelajaran Bahasa Inggris ini disampaikan langsung oleh Abdul Mu’ti saat meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, pada Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, regulasi baru ini tidak akan langsung diterapkan di seluruh tingkatan kelas secara serentak, melainkan dimulai dari kelas menengah di tingkat dasar.
“Mulai 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” kata Abdul Mu’ti.
Fokus Utama: Pelatihan Kompetensi Guru SD di Seluruh Indonesia
Menyadari bahwa perubahan kurikulum memerlukan kesiapan ekosistem yang matang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini tengah bergerak cepat menyiapkan berbagai aspek pendukung. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama agar kebijakan ini tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas, tetapi berjalan optimal di ruang kelas.
Salah satu langkah konkret yang sedang digodok adalah program pelatihan intensif bagi guru-guru SD.
“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran Bahasa Inggris,” ucap Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
Ia menambahkan bahwa program peningkatan kapasitas ini tidak akan tebang pilih. Pelatihan matang akan didistribusikan secara berkesinambungan demi menyentuh seluruh wilayah tanah air.
Target Program: Guru SD di seluruh daerah Indonesia.
Metode Penerapan: Pelatihan diberikan secara bertahap untuk memastikan standardisasi kualitas pengajaran.
Bekal Keterampilan Abad ke-21 bagi Siswa
Kebijakan ini bukan tanpa alasan kuat. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguasaan bahasa internasional sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 (21st Century Skills). Di era digital yang tanpa batas ini, kompetensi berbahasa asing menjadi modal utama agar anak-anak Indonesia mampu bersaing secara global.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa digitalisasi, modernisasi kurikulum, maupun revitalisasi fasilitas pendidikan bukanlah tujuan akhir dari sebuah kebijakan.
“Karena itu Kemendikdasmen juga fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru,” paparnya. Bagi Kemendikdasmen, seluruh program pembaruan ini hanyalah sarana atau instrumen, sedangkan esensi utamanya adalah peningkatan kualitas riil dari guru dan murid itu sendiri.
Dengan sisa waktu persiapan menjelang tahun ajaran 2027-2028, pemerintah berharap akselerasi kompetensi guru dapat berjalan mulus sehingga transformasi bahasa ini dapat disambut baik oleh seluruh sekolah dasar di Indonesia. (*/tur)



