Wali Kota Fairid Ingatkan Warga Waspadai Tawaran Kerja Bergaji Fantastis di Luar Negeri

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri yang belum jelas legalitas dan kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa Supiat, warga asal Barito Selatan, yang dipulangkan dari Kamboja.
Menurut Fairid, kasus tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kejahatan perdagangan orang kini banyak memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan media sosial untuk mencari korban. “Arus digitalisasi saat ini hampir tidak bisa dihindari. Dalam kasus TPPO ini, tawaran pekerjaan berawal dari media sosial. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya terkait lowongan kerja,” ujarnya, Sabtu (4/7).
Fairid menegaskan, kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi juga membawa risiko apabila tidak digunakan secara bijak. Ia meminta masyarakat selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi lowongan pekerjaan, terutama yang menawarkan gaji besar dengan proses perekrutan yang tidak jelas.
“Biasanya calon korban terlebih dahulu dijanjikan berbagai hal yang menggiurkan sehingga akhirnya tertarik. Jangan langsung percaya. Tidak ada hasil yang diperoleh tanpa usaha,” tegasnya. Ia menilai, tawaran pekerjaan dengan penghasilan yang tidak masuk akal dan tanpa prosedur resmi patut dicurigai. Karena itu, masyarakat diminta memastikan perusahaan atau lembaga yang menawarkan pekerjaan memiliki legalitas yang jelas, khususnya untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
“Lowongan kerja yang resmi tentu memiliki perusahaan atau instansi yang bertanggung jawab. Jika tidak jelas siapa penyelenggaranya, perusahaan apa, atau instansi mana yang menaungi, maka masyarakat harus waspada,” katanya. Selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Fairid mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi generasi muda sebagai upaya membangun karakter dan memperkuat mental agar tidak mudah tergiur dengan janji-janji instan yang berpotensi menjerumuskan pada tindak kejahatan.
Menurutnya, pembinaan karakter dan peningkatan literasi digital menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan TPPO, sehingga masyarakat, khususnya anak muda, mampu memilah informasi dan mengambil keputusan secara bijak.Fairid berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok tawaran pekerjaan, sehingga kasus serupa tidak kembali terjadi di Kalimantan Tengah.(aza)



