
KALTENG.CO-Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali merilis data terbaru terkait insiden tenggelamnya kapal motor KM Nurul Salsa di Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Berdasarkan proses verifikasi bertahap dan validasi lapangan hingga Jumat malam (17/7/2026), total manifest penumpang secara keseluruhan melonjak menjadi 78 orang.
Dari lonjakan angka tersebut, tercatat 25 orang penumpang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Rincian Data Korban KM Nurul Salsa Selayar
Perubahan data ini merupakan hasil rekonsiliasi ketat yang dilakukan Basarnas bersama pihak keluarga korban, pemerintah daerah setempat, serta instansi terkait demi menyamakan data manifes awal dengan fakta di lapangan.
Berikut adalah detail status korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa:
Total Penumpang Terdata: 78 Orang

Selamat (Berhasil Dievakuasi): 52 Orang
Meninggal Dunia: 1 Orang
Dalam Pencarian (Hilang): 25 Orang
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa pergerakan angka ini dipicu oleh koordinasi aktif posko aduan dengan laporan dari pihak keluarga.
”Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifest, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi. Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat,” ujar Muhammad Arif Anwar.
Kendala Cuaca dan Temuan Pelampung di Hari Ketiga
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan Operasi SAR di perairan lepas Selayar. Pada pencarian hari ketiga, tim sempat mendeteksi objek diduga kuat milik kapal yang karam sejak Rabu (15/7/2026) lalu tersebut.
Petugas dari KN SAR Kamajaya 104 yang menyisir Sektor II sempat melihat sebuah pelampung mengapung di lautan. Sayangnya, pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa tersebut gagal diraih akibat kondisi cuaca buruk. Gelombang laut dan ombak yang terlalu tinggi memaksa tim menarik mundur haluan rescue demi keselamatan kru.
Hingga waktu pencarian berkala dihentikan sementara pada sore hari, tanda-tanda keberadaan 25 korban hilang lainnya masih nihil. Namun, temuan koordinat pelampung ini akan menjadi bahan evaluasi taktis bagi tim SAR untuk menentukan ploting pencarian selanjutnya.
Sinergi Alutsista Udara dan Laut: KRI Marlin-877 Purna Tugas
Operasi kemanusiaan skala besar ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai lintas instansi dengan pembagian sektor penyisiran yang presisi:
Sektor I: Disisir melalui jalur laut oleh armada kapal cepat.
Sektor II: Dipatroli oleh KN SAR Kamajaya 104.
Sektor Udara: Didukung penuh oleh pesawat Boeing B737-200 dari Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin untuk memantau visual jarak jauh dari atas permukaan laut.
Di sisi lain, armada tempur laut milik TNI AL, KRI Marlin-877, dilaporkan telah menyelesaikan masa penugasannya dalam operasi SAR KM Nurul Salsa dan telah bertolak kembali menuju pangkalan Perairan Makassar.
Meskipun KRI Marlin-877 telah purna tugas dalam misi ini, pergerakan pencarian di titik nol kecelakaan tidak akan kendor. Operasi SAR tetap dilanjutkan oleh sisa unsur SAR gabungan lokal, potensi SAR, dan nelayan setempat yang siaga di sekitar Kepulauan Selayar.
”Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, termasuk KRI Marlin-877 beserta seluruh personelnya yang telah membantu pelaksanaan operasi pencarian sejak hari pertama. Sinergi antarinstansi menjadi kekuatan utama dalam operasi kemanusiaan ini,” tutup Arif Anwar. (*/tur)





