Penumpang Berangkat Pesawat Naik 23,40 Persen
PALANGKA RAYA kalteng.co – Frekuensi penerbangan pesawat udara di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Oktober 2020 meningkat 0,13 persen dibandingkan frekuensi penerbangan pada September 2020, yaitu dari 745 penerbangan menjadi 746 penerbangan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Eko Marsoro, menyebut, peningkatan frekuensi penerbangan tersebut berdampak pada peningkatan jumlah penumpang dan arus barang. Dibanding bulan sebelumnya, jumlah penumpang selama Oktober 2020 mengalami peningkatan 11,62 persen.
“Jumlah penumpang datang naik 1,16 persen dan penumpang berangkat naik 23,40 persen. Volume arus barang mengalami kenaikan 5,15 persen, dengan rincian volume bongkar barang naik 3,41 persen dan muat barang naik 10,48 persen,” katanya.
Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, lanjut dia, frekuensi penerbangan pesawat pada Oktober 2020 mengalami penurunan 58,35 persen, yaitu dari 1.791 penerbangan menjadi 746 penerbangan. Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang yang turun sebesar 58,36 persen dan volume arus barang turun 34,57 persen.
Secara kumulatif, Januari-Oktober 2020, frekuensi penerbangan pesawat juga mengalami penurunan 48,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang yang turun 55,10 persen dan volume arus barang turun 39,07 persen. Pola penurunan frekuensi penerbangan pesawat relatif sejalan dengan pola penurunan arus lalu lintas penumpang dan barang sejak awal tahun 2020.
“Penurunan frekuensi penerbangan selama sepuluh bulan terakhir, juga disebabkan adanya kebijakan pembatasan akses penerbangan akibat pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Menurut dia, jumlah penumpang selama Oktober 2020 mencapai 55.546 orang, meningkat 11,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 49.765 orang. Peningkatan jumlah penumpang pesawat terjadi di semua bandara di Kalteng. Peningkatan jumlah penumpang pesawat terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya dari 27.768 orang menjadi 31.990 orang, Bandara Iskandar Kotawaringin Barat dari 16.020 orang menjadi 16.388 orang dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur dari 5.696 orang menjadi 6.875 orang. Aktivitas penumpang sebagian besar 57,59 persen terjadi di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, diikuti Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 29,50 persen dan bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 12,38 persen.
“Sementara itu, volume arus barang yang mencapai 899 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya 73,53 persen, Bandara Iskandar Kotawaringin Barat 14,91 persen dan Bandara H. Asan Kotawaringin Timur 11,35 persen,” tandasnya. (aza)




