Ekonomi Bisnis

Literasi Wujudkan Sistem Keuangan Inklusif

JAKARTA, kalteng.co – Inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapa­tan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor keuangan. Untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, san­gat diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat.

Untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda dan masyarakat, dalam rangka mem­perbesar basis investor ritel, serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia, Kementerian Keuan­gan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pemba­ngunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) menyelenggarakan acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual.

“Salah satu yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrumen investasi bagi masyarakat adalah kami menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel (SBN Ritel). SBN Ritel ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepa­da Direktur Jenderal Pengelo­laan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik. Alham­dulillah saya lihat kemajuannya sangat baik. Basis investor kita terus meluas,” kata Menkau Sri Mulyani.

Berita Terkait……Menko Airlangga: VISA-ALTO Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan Nasional

Meningkatnya kesadaran mas­yarakat untuk menempatkan da­nanya di instrumen investasi yang aman tercermin dari meningkatnya penjualan SBN ritel di masa pan­demi. Tercatat SBN ritel seri SBR010 yang diterbitkan di bulan Juli 2021 mencapai rekor penjualan tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel non-tradable, baik dari jumlah investor maupun nominal.

Menkeu juga menyampaikan, kemudahan untuk melakukan pemesanan secara online mem­buat masyarakat menjadikan SBN ritel sebagai pilihan investasi yang utama di saat masih terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Dengan kita bisa memberi opsi investasi kepada masyarkat berupa SBN ritel, mereka bisa melakukan seperti belanja online,” katanya.

Gubernur BI, Perry Warjiyo men­yampaikan bahwa terdapat tiga alasan peran basis investor ri­tel sangat penting dalam rangka mengembangkan pasar keuangan di Indonesia.

Pertama, perlu inves­tor ritel untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana untuk negeri. Kedua, dengan semakin banyaknya partisipasi dari inves­tor ritel, tingkat perputaran uang akan baik sehingga mendukung efektivitas kemajuan ekonomi.

Ketiga, basis investor ritel sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya pasar keuangan. Hal ini merupakan bagian dari reformasi struktural.

Semakin banyak investor ritel, pasar keuangan akan semakin kuat dalam menghadapi ketidakpastian pere­konomian gobal. Disamping itu BI juga turut berkontribusi mendorong pendalaman pasar keuangan baik melalui pengembangan instrumen pasar uang dan pasar valas, serta infrastruktur pasar keuangan.

“Investor ritel, kami butuh Anda. Untuk negara, untuk ekonomi dan pasar keuangan, dan juga untuk Anda sendiri”, tegas Perry Warjiyo. (hms/aza)

Related Articles

Back to top button