BeritaUtama

Ketika Dua Perawat Kalteng Lolos Seleksi Secaba TNI AL

Kurang lebih 10 bulan sejak Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda negeri ini. Hampir semua sektor kena dampaknya. Namun tidak sedikit juga membawa berkah bagi sebagian orang. Seperti yang dialami Aditya Wirayudha dan Andra Eger. Berawal dari sukarelawan, dua putra Kalimantan Tengah (Kalteng) ini pun lolos seleksi pendidikan atau Sekolah Calon Bintara (Secaba) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

VINSENSIUS GL, Palangka Raya

PADA 23 September lalu, ada 5 tenaga medis alumni D3 Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palangka Raya berangkat ke Jakarta melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Mereka adalah Jeepry, Andra Eger, Aditya Wirayudha, Aisyah dan Ayu Pitriani. Kelima perawat itu terpilih sebagai sukarelawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Sebelum berangkat, banyak hal yang membuat mereka ragu dan khawatir. Mulai izin orang tua, saudara, kekasih dan rasa takut akan keselamatan ketika bertugas. Mengingat belum ditemukan obat dan banyak berita tentang gugurnya tenaga medis akibat virus itu.

Namun pada akhirnya mereka mantap berangkat ke Jakarta untuk menjadi sukarelawan. Apalagi ilmu D3 Keperawatan yang mereka miliki sudah cukup sebagai bekal untuk mengabdi kepada sesama dan negara di tengah pandemi Covid-19.

Selama berada di Wisma Atlet, para sukarelawan asal Kalteng ini bergabung dengan sukarelawan dari provinsi lain dari berbagai profesi. Mulai dari TNI, Polri, perawat, dokter, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Di tengah kesibukan menjadi tenaga medis yang bertugas merawat pasien Covid-19, Aditya Wirayudha dan Andra Eger menyempatkan diri mengikuti olahraga bersama. Termasuk turnamen bulu tangkis antarsesama tenaga medis di Wisma Atlet, dan meraih juara. Kebetulan Adtya Wirayudha yang kelahiran 27 September 1996 dan Andra Eger kelahiran 19 September 1995 aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler selama menempuh pendidikan di Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Bahkan mereka pernah menjadi juara pada Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Politiknik Kesehatan se-Kalimantan (Pornimakes).

Kesehatan fisik dan pengetahuan yang mendukung itulah yang meyakinkan mereka mencoba mendaftarkan diri dan dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan di TNI AL.

Ketika teman-temannya yang lain kembali ke Palangka Raya setelah masa kontrak selesai menjadi sukarelawan, Aditya Wirayudha dan Andra Eger pun melanjutkan pendidikan militer di Secaba TNI AL.

Kesempatan itu berawal pada 25 September 2020, Aditya dan Andra mendengar kabar ada pendaftaran bintara TNI AL di Wisma Atlet. Namun katanya sudah ditutup karena kuotanya sudah terpenuhi.

Hari demi hari mereka lewati sambil menjalankan aktivitas dan berdinas untuk membantu penyembuhan para pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 itu.

“Tidak terasa sudah 3 minggu kami di Wisma Atlet, dan akhirnya kami mendengar kabar lagi, ada pendaftaran TNI AL dibuka, karena banyak yang mengundurkan diri,” kata Aditya dan Andra saat dihubungi, belum lama ini.

Mendapat kabar tersebut, mereka langsung mendaftarkan diri. “Hari itu juga kami langsung menghadap bagian administrasi untuk bisa mendaftar TNI AL, dan akhirnya kami diizinkan untuk bisa mengikuti tes,” ungkapnya.

Kurang lebih selama satu minggu mereka mengikuti semua rangkaian tes. Mulai dari tes mental ideologi, psikologi, kesehatan 1, kejiwaan, kesamaptaan, donor darah di PMI, dan kesehatan 2.

Saat pengumuman, keduanya mengaku sangat gugup, karena menunggu hasil sidang putusan akhir dari Markas Besar Angkatan Laut (Mabes AL).

“Akhirnya saat pengumuman pun tiba, dan kami dinyatakan lulus. Kami merasa bangga bisa bergabung menjadi TNI AL. Kami juga sangat bangga bisa membawa nama baik Poltekkes Kemenkes Palangka Raya tercinta,” ungkapnya. (*/ala)

Related Articles

Back to top button