BeritaEkonomi Bisnis

Tingkatkan Pendapatan Sektor Pariwisata dengan Program Family Trip

PALANGKA RAYA kalteng.co – Pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Akibatnya, ada banyak usaha yang terdampak, begitu pula sektor pariwisata. Di Kalimantan Tengah (Kalteng) ada banyak destinasi wisata yang masih ditutup termasuk destinasi wisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 

Salah satu destinasi wisata yang ditutup di Kabupaten Kobar adalah Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP). TNTP ditutup lagi sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut sesuai dengan Pengumuman Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting No.  PG.03/T.18/TU/KSA/12/2020 tentang Penutupan Destinasi Wisata Alam di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

“Untuk itu wisata alam TNTP ditutup hingga batas yang tidak ditentukan,” jelas Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Kalteng Bhayu Rhama, belum lama ini.

Mengingat hal tersebut, maka untuk peningkatan pendapatan serta pengembangan kapasitas usaha berdaya saing global, terutama untuk pariwisata di Kalteng, Bhayu menyarankan sudah saatnya lebih fokus pada wisatawan domestik.

“Dengan menawarkan wisata desa budaya dan menerapkan sertifikasi kesehatan, yang mana nantinya juga dapat menjadi jaminan untuk menarik wisatawan asing. Untuk kembali mengenalkan desa wisata budaya maka program family trip harus dimulai dan menjadi prioritas bagi pemerintah, begitu pula ASITA,” terang Bhayu.

Menurut Bhayu hal itu bertujuan, untuk membangun sebuah ekosistem baru.Dimana produk wisata di Kalteng yang berbasis budaya dan alam serta dilengkapi dengan protokol kesehatan, dapat dikenal luas.

“Ini mesti menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan sistem promosi, dengan memanfaatkan teknologi antara lain masuk dalam pemasaran market place,” ungkapnya. 

Menanggapi dilantiknya Sandiago Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Perdagangan RI beberapa waktu lalu, Bhayu juga memiliki harapan, agar kehadiran Sandiago Uno bisa memberikan terobosan-terobosan baru dan memberikan harapan baru bagi pariwisata di Indonesia.

“Sebab beliau adalah salah satu pengusaha yang banyak terlibat di sektor informal, seperti halnya kegiatan pariwisata,” tandasnya. (uut/aza)

Related Articles

Back to top button