Setelah Dihujat, Pemuda yang Sempat Berdoa Ada Bencana di Palangka Raya, Kini Buat Bangga

PALANGKA RAYA,kalteng.co– Eko memang mantap. Dia tidak terpuruk. Tidak malu. Setelah sempat dihujat netizen saat berdoa agar ada bencana di Kota Palangka Raya, mahasiswa Fakultas Hukum UPR itu kini membuat bangga.
Setelah mendapat pembinaan dari Bidhumas Polda Kalteng, pemuda yang rambutnya dicat kuning keemasan itu turun langsung ke lokasi banjir di Kalimantan Selatan. Dia menjadi relawan dengan turut membantu menyalurkan bantuan bergabung bersama anggota Tagana Rajawali Palangka Raya.Hal itu diketahui setelah ia mengirimkan foto-foto aksinya kepada anggota Bidhumas Polda Kalteng yang sebelumnya memberikan edukasi dan pembinaan. “Kami mengantarkan barang ke Kalimantan Selatan untuk disalurkan ke korban banjir pak,”tulis pesan Eko kepada anggota.
Saat Kalteng.co menghubunginya malam ini, Eko belum bisa menjawab cerita awal mula ia tergerak hatinya untuk ikut jadi relawan.”Nanti ya pak. Saya dan tim relawan sedang angkat- angkat barang,” ujarnya melalui pesan whatsApp.
Diberitakan sebelumnya, warga asal Desa Tanjung Rendan, Kabupaten Kapuas di dalam video berdurasi 14 detik itu, ia menyebutkan ‘Tuhan Yesus aku berdoa, semoga engkau turunkan bencana alam di Kota Palangka Raya. Biar hancur, hangus kayak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang terkena banjir’.
Pemuda 23 tahun itu mengaku, membuat video tersebut bersama dengan sepupunya hanya sebatas lelucon saja. Tidak menyadari akan viral seperti ini.(ram)




