Crazy Rich; Julukan Pewaris Gurita Bisnis di Asia, menjadi Status OKB di Indonesia

Julukan yang awalnya diberikan oleh pengguna media sosial digunakan juga dalam narasi berita media arus utama hingga dibawa ke layar televisi melalui berbagai program acara yang semakin menahbiskan para crazy rich sebagai sesuatu yang faktual.
Seseorang menjadi crazy rich hanya karena banyak orang dan media yang menyebutnya demikian. Dengan uangnya, para crazy rich masuk ke lingkaran selebriti.
Selebriti dibayar untuk menjadi bintang iklan dan memberi endorse, selebriti diajak jalan-jalan naik jet pribadi, selebriti diberi berbagai hadiah. Maka kian kukuhlah gelar dan kepopuleran crazy rich.
Hingga kemudian yang disebut crazy rich Medan dan crazy rich Bandung ditangkap polisi karena sumber penghasilannya ternyata adalah robot trading yang serupa judi. Mereka mengumpulkan uang dari masyarakat yang berniat investasi karena tergiur keuntungan besar, syukur-syukur bisa juga menjadi crazy rich.
Alih-alih mendapat untung, investasinya ternyata investasi bodong. Aset dua crazy rich itu pun disita polisi. Mereka dimiskinkan.
Lalu media massa, selebriti, dan pengguna media sosial seolah lupa atau memang tak sadar bahwa dari merekalah sesungguhnya predikat crazy rich itu berasal.
Sekitar delapan tahun lalu, ada nama Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman yang tiba-tiba menyeruak dan mendapat lampu sorot di mana-mana.
Anniesa dengan citra sebagai perancang busana membawa karyanya ke berbagai pekan mode dunia dan bahkan sempat mendapat pemberitaan besar sebagai perancang busana pertama yang menghadirkan model berhijab di New York Fashion Week. Ia membayar banyak selebriti kondang untuk mempromosikan baju rancangannya.
Melalui bisnis travelnya, ia memberangkatkan selebriti untuk umrah dengan memberikan fasilitas supermewah. Tujuannya jelas untuk meningkatkan popularitas dan terutama untuk membuat publik berbondong-bondong menggunakan jasa travelnya.
Apalagi saat itu tarif umrahnya terbilang sangat murah dibanding agen-agen yang lain. Ternyata itu semua hanyalah cara untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari masyarakat. Puluhan ribu orang tak bisa berangkat umrah seperti yang dijanjikan. Tahun 2017 keduanya pun masuk penjara.



