BeritaMETROPOLIS

Antisipasi Tahun Baruan Buyar! Wilayah Kalteng Berpotensi Hujan hingga 1 Januari 2023

KALTENG.CO-Akitivitas menjelang pergantian tahun dari 2022 ke 2023, sudah mulai tampak di mana-mana. Dari banyaknya hotel atau restoran yang telah mepersiapkan tempat maupun menu pisah sambut tahun, termasuk pula event-eventnya.

Acara atau event yang sudah dirancang dari jauh-jauh hari, jangan sampai buyar atau tidak terlaksana dengan sukses hanya karena faktor cuaca. Nah, hujan adalah yang paling diwaspadai.

Berdasarkan prakiraan BMKG bahwa hingga tanggal 1 Januari 2023, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi terjadinya hujan. Termasuk di wilayah Kalteng yang potensi hujannya masih dalam kategori sedang.

Tapi, jika hal ini tidak diantisipasi bisa-bisa event atau acara tahun baruan, jadi kacau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Indonesia, berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat, selama periode Natal dan Tahun Baru 2023.

Potensi hujan dengan intensitas signifikan selama periode 25 Desember 2022 – 1 Januari 2023 perlu diwaspadai di beberapa wilayah.

Adapun wilayah yang terdampak hujan lebat hingga sangat lebat di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang, hingga lebat terjadi pada daerah Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 diakibatkan sejumlah dinamika atmosfer.

Di antaranya, peningkatan aktivitas Monsun Asia, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Selain itu, kata dia, meningkatnya intensitas seruakan dingin Asia, yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan, di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Dinamika atmosfer lainnya yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah, di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia, yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup massif, dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button