
KALTENG.CO-Jamu bukan sekadar minuman herbal; ia adalah detak jantung kebudayaan Indonesia. Selama berabad-abad, masyarakat mempercayai ramuan tradisional ini sebagai obat mujarab untuk berbagai keluhan kesehatan.
Lebih dari itu, jamu telah dikukuhkan sebagai jati diri bangsa yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam.
Kini, di bawah kepemimpinan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, jamu sedang diarahkan untuk naik kelas. Bukan lagi sekadar ramuan dapur, melainkan produk kebanggaan nasional yang siap bersaing di panggung dunia.
Kekayaan Biodiversitas: Modal Besar yang Belum Tergarap
Indonesia diberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa. Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 18.000 jenis jamu dan lebih dari 30.000 spesies tanaman herbal yang tersebar di seluruh nusantara. Angka ini merupakan potensi ekonomi kreatif yang sangat besar jika dikelola secara profesional.
“Ini merupakan sebuah lanskap pengetahuan lokal yang mencerminkan jati diri bangsa,” ujar Taruna Ikrar saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Potensi ini bukan hanya soal angka, melainkan tentang daya saing ekonomi berbasis budaya yang mampu menyejahterakan masyarakat luas.
Wajah Baru Jamu di Tengah Gaya Hidup Urban
Salah satu bukti nyata transformasi jamu adalah kehadirannya di kawasan modern seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta. Melalui Cafe Jamu Indonesia (Acaraki), jamu kini hadir dengan “bahasa zaman”.
Minuman tradisional ini dikurasi dan disajikan dengan cara yang relevan bagi generasi urban, membuktikan bahwa tradisi tidak harus tertinggal oleh zaman. Taruna Ikrar sangat mengapresiasi inisiatif semacam ini, selama tetap menjunjung tinggi aspek:
Keamanan: Produk bebas dari bahan berbahaya.
Mutu: Proses produksi yang standar dan bersih.
Regulasi: Kepatuhan terhadap aturan BPOM.
Taruna Ikrar: Arsitek Transformasi Jamu Nasional
Dikenal sebagai sosok di balik transformasi jamu, Taruna Ikrar mendorong jamu untuk beralih dari pengetahuan tradisional menjadi produk modern yang memiliki basis ilmiah (scientific-based).
Sebagai bentuk kepercayaan pribadinya terhadap khasiat herbal, Taruna rutin mengonsumsi jamu jahe setiap pagi. Baginya, praktik sederhana ini adalah simbol bahwa tradisi positif harus dijaga dan diwariskan dengan pendekatan yang relevan.
Strategi BPOM Membawa Jamu ke Pasar Internasional
Agar jamu Indonesia bisa menembus pasar global, BPOM melakukan langkah-langkah strategis:
Penguatan Standar Global: Menggunakan standar internasional bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai jembatan agar produk lokal diterima dunia.
Integrasi Sistem Kesehatan: Mendorong jamu masuk ke dalam sistem kesehatan nasional, berkaca pada kesuksesan Tiongkok dan India yang mengawinkan pengobatan tradisional dengan medis modern.
Pemberantasan Jamu Ilegal: Bersikap tegas terhadap peredaran jamu tanpa izin edar atau yang mengandung bahan kimia obat (BKO) demi melindungi konsumen.
Menuju Masa Depan Kesehatan Global
Masa depan jamu terletak pada keseimbangan antara akar budaya dan inovasi sains. Dengan pengawasan ketat dari BPOM dan kreativitas para pelaku industri, jamu Indonesia berpotensi menjadi representasi budaya sekaligus pilar ekonomi kreatif nasional.
“Dari akar budaya leluhur, jamu melangkah menuju masa depan kesehatan global, membawa narasi tentang budaya, sains, dan kreativitas Indonesia yang terus bergerak maju,” pungkas Taruna. (*/tur)



