
Jika Anda pernah terkena infeksi lagi, tubuh Anda pada dasarnya akan dapat merespons dengan cepat dan lebih kuat untuk kedua kalinya, tambahnya seperti dilansir dari Science Alert, Kamis (1/4).
Itulah mengapa Anda cenderung memiliki efek samping yang lebih kuat, tegasnya.
Selain itu, vaksinasi dosis kedua umumnya bisa memberikan efek yang lebih berat. Yakni efek samping yang paling umum terjadi pada ketiga vaksin AS yakni Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson. Dalam keterangan resmi adalah nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Hampir 92 persen peserta uji klinis Moderna mengalami efek samping ini.
Dalam uji coba Pfizer, 84 persen peserta melaporkan hal itu. Dan juga seperti halnya 49 persen dalam penelitian Johnson & Johnson.
Efek samping umum lainnya termasuk kelelahan, sakit kepala, dan nyeri tubuh atau otot. Sekitar 65 persen penerima vaksin dalam uji coba Pfizer dan Moderna, dan 38 persen dalam uji coba Johnson & Johnson, mengalami kelelahan.
Bagi mereka yang belum pernah menderita Covid-19 sebelumnya, efek sampingnya cenderung lebih banyak dan parah setelah dosis kedua. Sekitar dua kali lebih banyak peserta dalam uji coba Pfizer mengalami kedinginan dan nyeri sendi setelah dosis kedua dibandingkan setelah dosis pertama.
Sementara itu, dalam uji coba Moderna, sekitar lima kali lebih banyak peserta yang menggigil setelah dosis kedua dibandingkan yang pertama. Demam juga jauh lebih umum di antara penerima dosis kedua dibandingkan penerima dosis pertama di kedua percobaan.(jpc)



