
KALTENG.CO – Masyarakat di minta menyadari jika ada gejala sakit atau nyeri pada tubuhnya. Jika di diam kan, bisa jadi itu adalah sinyal bahaya penyakit kanker. Misalnya kanker kepala leher, mungkin jarang terdengar. Namun gejalanya ternyata cukup khas.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Kepala dan Leher sedunia, Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC) bersama di dukung oleh PT Merck Tbk, mengajak masyarakat mewaspadai bahaya kanker kepala leher.
Kanker kepala dan leher adalah salah satu masalah kesehatan mengkhawatirkan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, di dunia tercatat lebih dari 900 ribu kejadian baru kanker kepala dan leher, di mana Indonesia sendiri menyumbang lebih dari 30 ribu kasus baru setiap tahunnya.
“Prevalensi kanker kepala leher di Indonesia yang terus meningkat menjadi perhatian. Kami mengajak masyarakat agar lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit ini dengan melakukan deteksi dini mengingat gejala kanker kepala leher dapat terlihat jelas di tubuh pasien dan sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, dan berbicara.
Semakin Cepat Kanker Terdeteksi Semakin Cepat Di Tangani
Sehingga ketika mulai mengalami gejala, perlu memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter,” kata Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli Putri, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021). Ahli Onkologi Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, Sp.Rad(K), Onk.Rad mengatakan pada kanker kepala dan leher, pencegahan primer dapat di lakukan dengan menghindari faktor risiko.
Tindakan prevensi merupakan pendekatan utama pengendalian kanker yang paling penting dan paling cost-effective, jika di bandingkan dengan tindakan pengobatan yang mahal. Deteksi dini merupakan tatalaksana yang paling efektif yang penting untuk dilakukan dengan cara mengenali faktor risiko dan gejala kanker kepala dan leher sedini mungkin.
“Semakin cepat kanker terdeteksi dan semakin cepat di tangani, maka semakin tinggi pulalah kesempatan untuk sembuh dan menghindari komplikasi lebih lanjut,” kata dr. Soehartati. Gejala Masyarakat perlu waspada jika mengalami gejala-gejala berikut.
Sakit tenggorokan, suara serak, ada benjolan di leher, sakit di bagian lidah, mengalami sariawan atau adanya bercak merah atau putih di rongga mulut atau lidah yang tak kunjung membaik, nyeri dan kesulitan menelan lama, serta mengalami hidung tersumbat yang menetap pada salah satu bagian hidung dan keluar darah dari hidung terus-menerus.
Pemicu Terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker kepala dan leher ini, seperti faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Pengaruh faktor genetik dapat di lihat pada kejadian jenis kanker tertentu, misalnya kanker nasofaring, lebih banyak terjadi di Asia di bandingkan di Eropa.



