AKHIR PEKANBeritaGaleriHOBIMETROPOLIS

Magical Crocodile: Metafora Sungai, Budaya Dayak dan Banjar dalam Karya Seniman Muda Rizka Azizah Hayati

KALTENG.CO-Pameran tunggal Rizka Azizah Hayati, “Manusia Sungai”, menyajikan instalasi seni yang menggugah, seperti “Magical Crocodile”.

Melalui karya-karya ini, seniman muda asal Banjarmasin ini mengeksplorasi hubungan antara manusia, alam, dan budaya, khususnya mitos buaya di Kalimantan Selatan.

Dalam pameran tunggalnya yang bertajuk “Manusia Sungai”, seniman muda Rizka Azizah Hayati menghadirkan sebuah dunia yang kaya akan simbolisme dan makna mendalam. Salah satu karya yang paling menonjol adalah instalasi “Magical Crocodile”.

Dengan sebuah kerangka buaya raksasa yang menganga, karya ini menjadi pusat perhatian pengunjung.

Buaya sebagai Metafora

Buaya, sebagai makhluk mitologis yang kuat dan misterius, menjadi benang merah dalam seluruh karya Rizka. Hewan reptil ini telah lama menjadi bagian integral dari budaya Dayak dan Banjar. Dalam karya-karya Rizka, buaya menjadi simbol dari alam, kekuatan, dan identitas.

“Magical Crocodile” adalah sebuah instalasi yang kompleks dan multi-layer. Kerangka buaya yang besar dan menganga menjadi pusat perhatian, sementara di seberangnya terdapat tengkorak buaya yang diletakkan di depan kursi kosong. Menurut kurator Bambang “Toko” Witjaksono, tengkorak ini bersifat interaktif, mengundang pengunjung untuk berinteraksi dan merenungkan makna di baliknya.

1 2Laman berikutnya
kalteng kalteng kalteng

Related Articles

Back to top button