
KALTENG.CO-Pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3/2025) diprediksi akan menjadi laga yang penuh tekanan bagi tim tamu.
Pasalnya, Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) menolak jatah 3.000 tiket yang diberikan untuk pendukung mereka.
BFA Ogah Ambil Jatah Tiket, SUGBK Siap ‘Mendidih’
Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), Marsal Masita, mengungkapkan bahwa BFA tidak mengambil jatah tiket tersebut hingga batas waktu yang ditentukan. Alhasil, tiket tersebut dijual untuk umum dan diprediksi akan ludes diborong oleh fans Timnas Indonesia.
“Kami memberikan slot 3.000 tiket kepada Bahrain. Tapi, sampai hari H mereka tidak mengambil sama sekali,” ujar Marsal. “Jadi kami tidak bisa menunggu. Kami harus sesuai deadline. Jadi 3.000 tiket itu terpaksa harus kami jual.”
Keputusan BFA ini memicu reaksi keras dari netizen Indonesia. Banyak yang menduga bahwa BFA takut menghadapi tekanan dari suporter Timnas Indonesia di SUGBK.
Netizen: Bakal Jadi Peyek!
Di media sosial, netizen ramai-ramai memberikan komentar pedas terhadap BFA. Tagar #TimnasDay dan #SUGBK menduduki trending topic di Twitter. Banyak netizen yang memprediksi bahwa para pemain Bahrain akan “jadi peyek” di SUGBK karena tekanan dari puluhan ribu suporter Timnas Indonesia.
“BFA takut sama SUGBK yang mendidih!” tulis seorang netizen. “Siap-siap jadi peyek di SUGBK, Bahrain!” timpal netizen lainnya.
Kabarnya, BFA bahkan meminta kepada AFC dan FIFA agar pertandingan ini diselenggarakan di tempat netral. Mereka sepertinya gentar menghadapi intervensi fans Garuda. (*/tur)



