Meredam Intrik, Messi Rela Rebahan di Stadion

PAGAR BETIS : Lionel Messi berbaring di belakang pagar betis pemain Paris Saint-Germain saat menghadapi Manchester City di Parc des Princes, Rabu (29/9) dini hari WIB.
PAGAR BETIS : Lionel Messi berbaring di belakang pagar betis pemain Paris Saint-Germain saat menghadapi Manchester City di Parc des Princes, Rabu (29/9) dini hari WIB./FRANCK FIFE/AFP

PARIS,kalteng.co-Genap 50 hari bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG), Lionel Messi akhirnya mencetak gol debut di Parc, des Princes, Rabu (29/9) dini hari WIB. Gol tersebut istimewa karena tercipta di depan Pep Guardiola, pelatih yang membuat Messi bisa mencetak gol tertinggi semusim dalam kariernya (73 gol pada musim 2011–2012) ketika masih di Barcelona.

Gol Messi kemarinmembantu PSG mengalahkan tim asuhan Pep, Manchester City dengan skor 2-0 dalam matchday kedua grup A Liga Champions di Parc des Princes. ’’Aku nyaris putus asa (mencetak gol pertama bagi PSG, Red). Kini aku mulai beradaptasi dengan permainan dan rekan setim,’’ ujar Messi kepada L’Equipe. Selain pecah telur, performa Messi lawan City menuai pujian karena pemain terbaik dunia enam kali itu mau melakukan ’’pekerjaan kotor’’ di menit-menit akhir laga.

Ketika City mendapatkan tendangan bebas, Messi rela merebahkan diri di belakang pagar betis rekan setimnya. Taktik yang dipakai untuk mengantisipasi ketika eksekutor lawan lebih memilih melakukan tendangan mendatar ketimbang melambungkan bola di atas pagar betis. Postur tubuh Messi yang hanya 169 sentimeter memang lebih berguna untuk peran tersebut.

’’Kalau itu perintah (Mauricio) Pochettino (pelatih PSG, Red), dia sangat tidak sopan (kepada Messi, Red). Jika aku bermain di PSG saat ini, aku yang akan melakukan itu daripada membuat jersey Messi kotor,” papar pandit BT Sport Rio Ferdinand. Ada alasan lain yang diklaim mendasari Messi melakukan peran rebahan tersebut.

Yakni, menunjukkan bahwa dia adalah pemain yang mau melakukan segala hal untuk tim. Juga cara Messi meredam intrik setelah dalam penampilan sebelumnya atau lawan Olympique Lyon (20/9), La Pulga menampakkan gestur kecewa kepada Pochettino. Itu setelah Messi ditarik keluar 15 menit sebelum waktu normal habis. (jpc)