
KALTENG.CO-Awan mendung menyelimuti Stadion Jatidiri pada Minggu (5/4/2026). Harapan pendukung setia Laskar Mahesa Jenar untuk melihat tim kebanggaannya bangkit justru berujung pilu. PSIS Semarang dipaksa menyerah 0-1 dari tamunya, Barito Putera, dalam lanjutan pekan ke-23 Championship Series musim 2025/2026.
Kekalahan tipis ini terasa sangat menyakitkan karena terjadi di depan publik sendiri, sekaligus memperpanjang tren negatif PSIS di kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Blunder Lini Belakang Berujung Petaka
Pertandingan berjalan alot sejak peluit pertama dibunyikan. Namun, malapetaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-24. Gelandang senior Barito Putera, Bayu Pradana, berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Gol tersebut lahir dari kesalahan koordinasi atau blunder di lini pertahanan PSIS Semarang. Bayu yang berdiri dalam posisi menguntungkan langsung menyambar bola dengan tendangan keras yang menghujam jaring gawang Mahesa Jenar tanpa mampu dihalau kiper. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Upaya Perubahan Strategi yang Buntu
Memasuki babak kedua, pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi, mencoba merespons ketertinggalan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Ia memasukkan tenaga baru yang lebih ofensif untuk membongkar rapatnya barisan pertahanan Laskar Antasari.
Meski PSIS mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang emas, penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama. Skor kaca mata di babak kedua memastikan Barito Putera pulang dengan poin penuh.
Tanggung Jawab Pelatih dan Evaluasi Tim
Usai laga, Andri Ramawi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas hasil minor yang diraih anak asuhnya di kandang.
“Terima kasih atas perjuangan semua pemain. Kita kecewa karena tidak bisa menang di kandang. Ini jadi tanggung jawab saya, dan kami akan berusaha memperbaiki di laga berikutnya,” ujar Andri sebagaimana dikutip dari laman ileague.id.
Andri menambahkan bahwa secara taktik, timnya sudah mencoba berbagai opsi serangan. Namun, ia memuji kedisiplinan Barito Putera yang tampil sangat solid sepanjang 90 menit.
Klasemen Kritis: PSIS Dibayangi Persiba Balikpapan
Kekalahan ini membuat posisi PSIS Semarang di klasemen Grup Timur semakin mengkhawatirkan. Saat ini, Septian David dkk tertahan di peringkat ke-8 dari 10 tim.
Situasi kian mencekam karena:
Jarak Poin: PSIS hanya terpaut dua poin dari Persiba Balikpapan yang mengintai di posisi bawah.
Juru Kunci: Persipal FC masih menempati posisi terakhir dengan koleksi tujuh poin.
Sisa Laga: Hanya tersisa empat pertandingan di putaran ketiga yang harus dimaksimalkan jika ingin lolos dari zona merah.
Misi Wajib Menang di Laga Sisa
Dengan empat partai final yang tersisa, Andri Ramawi menegaskan bahwa tidak ada ruang lagi untuk kesalahan. Target utama Laskar Mahesa Jenar saat ini adalah bertahan di kasta tertinggi tanpa harus melewati fase playoff degradasi yang berisiko.
“Semua laga sisa adalah final. Posisi kita belum aman. Kalau terpeleset, Persiba bisa memanfaatkan. Target kami jelas, bertahan tanpa harus melalui playoff,” tegas Andri menutup pembicaraan.
Apakah PSIS mampu bangkit di laga berikutnya atau justru makin terbenam ke zona degradasi? Menarik untuk dinantikan perjuangan Laskar Mahesa Jenar di sisa musim ini. (*/tur)



