KALTENG.CO-Persija Jakarta sukses mengamankan poin penuh dalam laga lanjutan Liga 1 (Super League) 2025/2026. Menjamu Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (3/1/2025) sore WIB, tim berjuluk Macan Kemayoran itu menang meyakinkan dengan skor 2-0.
Kemenangan ini terasa spesial bagi publik Jakarta. Pasalnya, dua gol kemenangan Persija diborong oleh para talenta muda jebolan akademi klub yang akrab disapa “Sawangan Boys”, yakni Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman.
Babak Pertama: Drama VAR dan Ketangguhan Moch Sendri
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan ribuan The Jakmania di tribun membuat intensitas permainan anak asuh Mauricio Souza begitu tinggi.
Laga baru berjalan lima menit, publik GBK nyaris bersorak saat wasit menunjuk titik putih. Insiden bermula ketika Arlyansyah Abdulmanan terjatuh di kotak terlarang setelah terlibat kontak dengan bek Persijap, Elvis Sakyi, saat mencoba menyambut umpan manis Bruno Tubarao.
Namun, kegembiraan tersebut tertunda. Setelah melakukan peninjauan lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit membatalkan keputusan penalti tersebut karena kontak dianggap minim.
Persija tidak patah arang. Menit ke-24, Hanif Sjahbandi melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti, namun kiper Persijap, Moch Sendri, tampil gemilang dengan menepis bola. Upaya dari Van Basty Sousa dan sundulan Eksel Runtukahu pun masih belum menemui sasaran hingga turun minum. Skor kacamata menutup babak pertama.
Babak Kedua: Panggung bagi Bintang Muda
Memasuki paruh kedua, Persija tidak mengendurkan tekanan. Dominasi lini tengah yang digalang Van Basty Sousa terus memaksa Laskar Kalinyamat bertahan total di area sendiri.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61. Berawal dari akselerasi mematikan Hanif Sjahbandi di sisi kanan, ia mengirimkan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Arlyansyah Abdulmanan. Gol! Persija memimpin 1-0.
Unggul satu gol tak membuat Macan Kemayoran puas. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan melalui Allano Lima dan Witan Sulaeman. Witan sejatinya memiliki peluang emas saat sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper, namun tendangannya justru melambung tinggi.
Gol pengunci kemenangan akhirnya lahir di menit ke-79. Pemain pengganti, Aditya Warman, menunjukkan kelasnya. Gelandang muda ini melepaskan tendangan placing melengkung ke pojok kanan atas gawang yang membuat Moch Sendri hanya terpaku. Skor berubah menjadi 2-0.
Jelang akhir laga, tensi sempat memanas ketika pemain Persijap, Carlos Franca, melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persija. Wasit sempat mengeluarkan kartu merah sebelum akhirnya dianulir menjadi kartu kuning setelah pengecekan VAR. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain
Persija Jakarta (4-3-3): Carlos Eduardo (PG); Dony Tri Pamungkas, Thales Lira, Rizky Ridho (C), Bruno Tubarao; Hanif Sjahbandi, Van Basty Sousa, Witan Sulaeman; Allano Lima, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza. Pelatih: Mauricio Souza.
Persijap Jepara (4-4-2): Moch Sendri (PG); Diogo Brito, Fikron Afriyanto, Firman Ramadhan, Elvis Sakyi; Alexis Gomez, Carlos Franca, Dicky Kurniawan, Indra Arya; Wahyudi Hamisi (C), Rosalvo.
Analisis Singkat: Kemenangan ini membuktikan bahwa investasi Persija pada pemain muda (Sawangan Boys) mulai membuahkan hasil manis di kompetisi kasta tertinggi. Keberanian Mauricio Souza memainkan talenta muda menjadi kunci keberhasilan Macan Kemayoran musim ini. (*/tur)




