Tetap Semangat! Guardiola Janji Bawa City ke Final Liga Champions Lagi

liga champions
Juru taktik Manchester City Pep Guardiola berkalung medali runner-up Liga Champions. Foto: Antara/Reuters/Pool/David Ramos

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Pep Guardiola tetap bersemangat. Ia berjanji akan kembali membawa Manchester City ke final Liga Champions. Untuk pertama kalinya City lolos ke final Liga Champions, tetapi takluk dari Chelsea 0-1 pada laga di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Meski timnya keok, Guardiola menilai City bermain bagus.

“Laga yang ketat. Untuk tim yang baru pertama kali tampil di final Liga Champions, kami menyajikan pertandingan yang bagus,” kata Guardiola selepas laga kepada BT Sport dilansir laman resmi UEFA.

“Kami memperlihatkan keberanian, terutama di babak kedua. Para pemain melakukan dan mempertaruhkan segalanya. Sayang kami tidak bisa mencetak gol karena pertahanan mereka sangat kuat. Kami akan kembali lagi suatu hari nanti,” imbuhnya.

Baca Juga:  PSBS vs Kalteng Putra, Meredam Emosi Bisa Jadi Kunci

Guardiola juga membela strategi serta susunan starter yang ia terapkan. City bermain tanpa gelandang bertahan sepanjang babak pertama yang biasanya berfungsi mematahkan serangan lawan.

Guardiola menempatkan Bernardo Silva, Ilkay Gundogan dan Phil Foden, tak satu pun berkarakter (gelandang) bertahan. Sementara itu di lini depan, Guardiola melanjutkan preferensinya tampil tanpa penyerang murni dan memaksakan Kevin de Bruyne di garis terdepan bersama Raheem Sterling dan Riyad Mahrez.

Di babak kedua ada perubahan dengan masuknya Fernandinho (gelandang bertahan), juga Gabriel Jesus dan Sergio Aguero, tetapi langkah tersebut tak cukup untuk membongkar lini pertahanan disiplin yang diterapkan para pemain Chelsea.

“Saya melakukan yang terbaik dengan susunan pemain. Saya berusaha memilih susunan terbaik untuk memenangi pertandingan,” ujar Guardiola.

Baca Juga:  Personel Polda Kalteng Sabet Mendali Perak di PON XX Papua

“Kami kesulitan mematahkan garis mereka di babak pertama. Babak kedua lebih baik, tetapi menghadapi struktur pertahanan Chelsea tidaklah mudah. Kami kelimpungan mengantisipasi bola panjang juga bola-bola kesempatan kedua. Di momen seperti itu selalu dibutuhkan penampilan inspiratif,” imbuhnya.

Kendati gagal menjuarai Liga Champions, Guardiola meyakini City menjalani musim yang luar biasa. “Kami berusaha, tetapi gagal dan itu membuat kami wajib bekerja lebih keras mulai dari sekarang,” katanya.

“Sekarang saya ingin pulang dulu, bertemu keluarga, sudah lama. Sesudah itu saya akan kembali ke klub. Ini akan menjadi klub terbaik di dunia untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Guardiola.

Guardiola menutup musim 2020/21 dengan raihan gelar juara Premier League dan trofi Piala Liga Inggris atau Carabao Cup. (tur)