BeritaKALTENGNASIONALPalangka Raya

“Mengabdi Tanpa Batas: Dede Septa Jaya, Jurnalis yang Hidup untuk Kemanusiaan”

PALANGKA RAYA, Kalteng.co — Tidak banyak jurnalis yang mampu menyeimbangkan dunia liputan dengan aksi nyata kemanusiaan. Namun, bagi Dede Septa Jaya, keduanya justru saling melengkapi. Di balik kamera dan mikrofon, pria yang dikenal sebagai jurnalis SCTV Kalimantan Tengah ini menaruh sebagian besar waktunya untuk satu misi: membantu sesama dan memperkuat barisan relawan pemadam kebakaran di Kota Palangka Raya.

Di saat banyak orang menghabiskan waktu luang untuk beristirahat, Dede justru memilih turun ke lapangan bersama para relawan. Ia tak hanya meliput peristiwa kebakaran atau bencana, tetapi juga ikut berada di barisan terdepan membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.

Komitmen itulah yang kemudian membawanya dipercaya sebagai Sekretaris Forum Relawan Pemadam Kebakaran dan Pertolongan (FRPKP) Palangka Raya, wadah yang menyatukan berbagai organisasi pemadam dan tim rescue di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

Menurut Dede, keinginannya untuk bergabung dan membangun forum itu berawal dari rasa keprihatinan terhadap banyaknya relawan yang bekerja keras tanpa wadah koordinasi yang kuat.

“Saya melihat semangat mereka luar biasa, tapi sering kali terhambat karena kurangnya komunikasi dan koordinasi antartim. Dari situ, saya bersama Ketua Okki Maulana dan Ketua Harian Rachmani Arif berinisiatif membentuk forum yang bisa menyatukan semua,” ujarnya kepada Kalteng.co, Kamis (6/11/2025).

Jurnalis Punya Tanggung Jawab Moral

Ia menegaskan, keberadaan FRPKP bukan sekadar tempat berkumpulnya para relawan, melainkan ruang untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, serta menyuarakan kebutuhan mereka kepada pemerintah dan masyarakat.

“Forum ini kami bentuk agar relawan tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada sinergi, ada kebersamaan. Kami ingin memastikan setiap anggota merasa di dukung, di hargai, dan punya tempat untuk berkembang,” tambahnya.

Keterlibatan Dede di FRPKP juga menjadi bukti bahwa profesi jurnalis bisa bersinergi dengan semangat kemanusiaan. Ia menilai, peran media tidak hanya sebatas menyampaikan berita, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata.

“Jurnalis punya tanggung jawab moral untuk menyoroti perjuangan relawan di lapangan. Tapi kita juga bisa ikut turun langsung, bukan hanya menulis, tapi berbuat,” ungkapnya.

Kini, di bawah kepengurusan baru, Forum Relawan Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Palangka Raya terus memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi kebencanaan lainnya.

Bagi Dede, menjalani dua peran sekaligus — sebagai jurnalis dan relawan — bukanlah beban, melainkan bentuk pengabdian. Ia percaya bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas profesi.

“Selama masih ada kesempatan untuk menolong orang lain, saya akan terus melangkah. Semua ini bukan tentang popularitas, tapi tentang kepedulian,” tegasnya dengan senyum tulus.

Dedikasi Dede menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial bisa di mulai dari niat sederhana: ikut berbuat baik. Lewat semangatnya, ia mengingatkan bahwa kemanusiaan bukan sekadar kata, melainkan tindakan yang harus terus hidup di setiap hati yang peduli. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button