1,3 Kilogram Sabu Dimusnahkan Polda Kalteng

CAIRAN : Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo ketika mencampurkan sabu ke dalam cairan untuk di larutkan serta di musnahkan, Jumat (17/9/2021). FOTO: OIQ/KALTENG.CO

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sebanyak 1.374,58 gram narkotika jenis sabu dimusnahkan Polda Kalteng, Jumat (17/9/2021). Barang bukti itu merupakan hasil penindakan yang di lakukan jajaran Ditresnarkoba.

Kegiatan pelenyapan barang haram dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo. Serta turut hadir, Kepala BNNP Kalteng, Kajati Kalteng, Kepala BPOM Provinsi dan Kabinda Kalteng.

Kapolda mengungkapkan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan yang dilakukan personel Ditresnarkoba Polda Kalteng pada periode Juli – Agustus 2021.

Baca Juga:  Mengajari Siswa SLB Matematika, Guru Mapel Perlu Triks Khusus

Di Kota Palangka Raya sebanyak 8 kasus dengan 8 tersangka dan barang bukti seberat 1.258,66 gram. Lalu Kabupaten Kotawaringin Timur, 1 kasus 1 tersangka dengan barang bukti 68,4 gram. Selanjutnya, Kabupaten Kapuas 2 kasus 2 tersangka serta barang bukti 47,52gram.

“Jadi sabu yang di musnahkan ini kurang lebih mencapai 1,3 kg. Barang itu didapatkan dari penindakan yang di lakukan di dua kabupaten dan satu kota di Kalteng,” katanya.

Dedi mengungkapkan, barang bukti sabu yang berhasil disita dari para pelaku berasal dari Pontianak (Kalbar) dan Banjarmasin (Kalsel) yang dibawa melalui jalur darat untuk diedarkan di Kalteng.

Baca Juga:  Anggota DM Netizen Soal Komen “Mampus”, Kabidhumas Minta Maaf

“Kami akan terus berkomitmen memberantas penyalahgunaan peredaran gelap narkoba. Tentunya juga akan menggandeng berbagai pihak demi mewujudkan Kalteng Bersinar (Bersih dari Sindikat Narkoba),” pungkasnya.

Pada kasus tersebut, para pelaku akan dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar, maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miiliar. (oiq)