2 Jenis Suntik Botok, Ini Efek Sampingnya

Lalu, apa saja jenis Injectable Treatments?
Di ungkapkan dr. Lanny, kalau di lihat secara terminologi, Injectable Treatments berarti menyuntikkan sesuatu di bawah perawatan estettik. Suntik wajah itu bermacam-macam. Namun, ada 2 golongan besar. Pertama Botulinum Toxin, penyuntikan dengan tujuan merileksasikan otot dengan .
Misalnya, munculnya dua garis seperti angka sebelas antara kedua alis. Saat otot berkontraksi maka akan muncul kerutan. Yang tadinya bersifat dinamis, lama-ama bisa menjadi statis. Di sinilah injectable akan merilekskan otot.
Lalu kedua, menyuntikan bahan aktif dalam bentuk jel yang sering mengandung Hyaluronic acid. Dermafiller ini untuk mengisi kekosongan pada wajah.
“Ini beda dengan toxin. Bukan hanya karena proses aging tapi bisa juga (di lakukan) pada umur muda karena otonomi wajahnya itu kosong dan bisa di koreksi dengan injeksi filler. Atau mmbentuk kontur wajah sehingga lebih ideal,” paparnya.
Efek Samping
Di akui dr. Lanny, secara umum, tindakan perawatan estetik atau medical treatment memungkinkan terjadinya efek samping. Tapi yang perlu di garisbawahi, efek samping tersebut tidak selalu terjadi.
“Untuk itu, harus di tangani dokter yang tepat, sudah ikut pelatihan, maka efek samping ini bisa kita minimalkan,” terangnya.
Selain itu, guna meminimalisasi efek samping, biasanya dokter menanyakan obat yang sedang di konsumsi pasien. Misalnya jika sedang minum obat pengencer darah akan harus di berhentikan dulu. Atau sedang minum vitamin, itu juga harus di setop dulu.
“Ini kan pake jarum, masuk ke kulit, sedangkan kulit kita ini jaringan pembuluh darahnya banyak, nah kemungkinan (efek samping) paling sering memar, karena ada pembuluh darah kecil yang kena. Tangan dokter pun harus terampil, makanya di perlukan dokter yang sudah terlatih,” tutupnya.(tur)



