
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng Khairil Anwar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi event yang digelar oleh H Agustiar Sabran.”Gebyar semangat di masa pandemi Covid-19 harus tetap dijalankan dengan penerapan prokes yang ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan lainnya. Dengan demikian kita sudah saling menjaga kesehatan dan keselamatan,” tegasnya. Ia menambahkan, event tersebut diharapkan tetap digelar tiap tahun dengan menghadirkan lebih banyak peserta dan lebih banyak cabang perlombaan.
Dirinya juga mengimbau semua umat Islam di Kalteng, kendati ada kerinduan yang sangat besar untuk melaksanakan salat berjemaah, tapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.”Mari kita laksanakan salat dengan tetap menerapkan prokes secara ketat, sehingga sama-sama menjaga kesehatan, karena bahaya pandemi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain,” tuturnya.
Sementara itu, dalam sambutannya sekaligus membuka acara perlombaan Gebyar Ramadan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng H Agustiar Sabran SKom mengapresiasi peserta yang telah berpartisipasi. “Ternyata bukan hanya regional Kalimantan saja, tetapi juga diikuti 11 provinsi di Indonesia. Diharapkan peserta bukan hanya mengikuti lomba, tetapi juga bisa meningkatkan tali silaturahmi dan saling mengenal antaranak bangsa,” ungkapnya.
“Kita harus terus berpikir postif, bahwa dengan semangat huma betang dan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat mewujudkan Isalam Ramahtil Alamin,” lanjutnya. Agustiar menyebut, dirinya menggelar acara tersebut dengan niat yang tulus. Ia meyakini bahwa dengan rido Allah Swt, ke depannya acara ini bisa digelar berkelanjutan dengan melibatkan organisasi keagamaan. “Karena masih dalam situasi pandemi, maka penerapan protokol kesehatan sangatlah penting, ingat untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan lainnya,” tegasnya. (nue/ce/ala)



