Agustiar Sabran Sosialisasi Empat Pilar dan Gotong Royong

PALANGKA RAYA,kalteng.co-Anggota DPR RI H Agustiar Sabran tak henti-hentinya mengajak masyarakat Kalteng untuk menjaga kekukuhan pilar kebangsaan. Hal itu dilakukannya dengan menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Kagiatan dilaksanakan di Hotel Dandang Tingang, Rabu (18/11).


Sosialisasi diikuti sekitar 150 peserta. Karena dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19, protokol kesehatan benar-benar diterapkan selama sosialisasi tersebut. Peserta yang hadir adalah ustaz dan ustazah se-Kota Palangka Raya serta unsur komponen bangsa lainnya dari Kalimantan Tengah.


H Agustiar Sabran mengatakan, sosialisasi terkait empat pilar MPR RI tersebut merupakan acara resmi kenegaraan, karena dasar hukumnya adalah Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Dalam UU tersebut, DPR bertugas untuk menyosialisasikan empat pilar dimaksud.

Baca Juga:  Honda Vario 150 Makin Canggih dan Pintar


“Saya mengapresiasi para pemuda Kalimantan Tengah yang memiliki rasa kebangsaan dan persaudaraan yang tinggi. Ini terlihat dari sikap dan tutur bahasa yang ditunjukkan antar sesama. Ada keinginan kuat untuk menjaga persatuan dan perdamaian di tengah banyaknya potensi yang mencoba memecah-belah NKRI,” ucap Agustiar.


Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam momentum kebangkitan dari pandemi Covid-19, generasi muda diajak patuh kepada UUD 1945 untuk menjaga keutuhan NKRI dalam naungan Pancasila. “Penting adanya semangat gotong royong. Bila ada gotong royong, maka akan ada kebangkitan. Bila ada kebangkitan, maka akan ada kehidupan yang lebih baik,” lanjut wakil rakyat asal Kalimantan Tengah ini.

Baca Juga:  Sewaktu Kecil Jadi Teman Bermain, Sudah Dewasa Jadi Teman Hidup Ayah


Sosialisasi tersebut dihadiri pula oleh Ketua PWNU Kalteng H Wahyudie F Dirun. Menurut Wahyudie, sosialisasi itu menjadi tempat silaturahmi dan sharing informasi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.


“DPR selalu menyosialisasikan apa yang menjadi pilar negara. Kita bisa pecah karena hilangnya sifat gotong royong dalam hidup bernegara dan berbangsa. Kita menyatukan tekad untuk mengingat kembali jasa para tokoh kebangsaan. Peserta bisa menyebarkan kepada lingkungan sekitar tentang dasar dan sifat gotong royong ini dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (arj/nur/ce/ala)