Angela Merkel Tak Mencalon, Pemilu Jerman Diprediksi Akan Sengit

Angela Merkel Tak Mencalon

Setiap Partai Harus Berkoalisi

Berdasar hasil jajak pendapat, Partai Sosial Demokrat (SPD) mendapatkan suara 25 persen. Disusul CDU dengan 23 persen. Situasi bisa berubah karena perbedaannya tipis.

Namun, sangat mungkin tidak ada yang berhasil mendapatkan suara mayoritas karena ketatnya persaingan.

Setiap partai harus berkoalisi untuk menentukan siapa yang akan memegang tampuk pemerintahan dan berkuasa di Bundestag, sebutan parlemen nasional Jerman.

Selama proses negosiasi nanti, Merkel tetap memimpin sebagai kanselir. Negosiasi bisa berlangsung dalam hitungan pekan atau bahkan berbulan-bulan.

Baca Juga:  15 Desa di Mura Tertinggi Kasus Stunting

Sementara itu, Armin Laschet menjelaskan, setiap balot akan menentukan arah kebijakan Jerman di masa depan. Menurut dia, Jerman membutuhkan kestabilan. Jika penduduk memiliki pendapat serupa, maka mereka harus memilih CDU.

Namun, masih banyak warga yang galau. Sehari sebelumnya, sekitar 40 persen pemilik hak suara belum menentukan siapa yang bakal dipilih. ’’Tahun ini cukup menarik mengetahui siapa yang akan jadi pemimpin,’’ tutur Ursula Becker, salah seorang pemilih.

Baca Juga:  Airlangga: Tetap Waspada Kendalikan Covid-19, Optimistis Terhadap Pertumbuhan Ekonomi 2022

Di sisi lain, kandidat kanselir SPD Olaf Scholz mencoba merayu penduduk dengan kebijakan iklim dan kenaikan gaji. Dalam kampanyenya, dia bakal menaikkan upah minimum menjadi EUR 12 (Rp 200 ribu) per jam pada tahun pertama pemerintahannya.(tur)