Kadisbun Kalteng Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-23 Kabupaten Katingan: “Gawi Hapakat, Belum Bahadat, Cermin Semangat Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal”
KATINGAN, Kalteng.co – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rizki Ramadhana Badjuri, ST., MT., menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-23 untuk Kabupaten Katingan yang di peringati pada Sabtu, 20 Juli 2025.
Dalam pernyataannya, Rizki mengapresiasi kemajuan yang telah di capai Kabupaten Katingan selama lebih dari dua dekade, khususnya dalam sektor perkebunan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
“Atas nama pribadi dan jajaran Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-23 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Katingan. Kami melihat, Katingan terus berkembang pesat dengan tetap menjaga harmoni antara pembangunan dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal,” ujar Rizki.
Ia menilai, jika tema peringatan tahun ini, yakni “Gawi Hapakat, Belum Bahadat” (Bekerja Sama, Hidup Beradat), mencerminkan semangat kolektif yang menjadi fondasi utama dalam membangun daerah.
Perjalanan Panjang Daerah Ini Tak Lepas Dari Kerja Keras Masyarakatnya
“Tema ini sangat relevan. Dalam membangun perkebunan rakyat yang berkelanjutan, kolaborasi menjadi kunci. Tetapi lebih dari itu, nilai-nilai kearifan lokal seperti sopan santun, adat istiadat, dan rasa memiliki terhadap tanah dan hutan harus tetap di jaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Dinas Perkebunan Kalteng siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Katingan dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan tanaman-tanaman strategis lainnya, yang ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat lokal.
“Kami berharap ke depan, Kabupaten Katingan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan, dan mampu menjadi model pembangunan daerah berbasis agribisnis yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Katingan resmi berdiri pada tahun 2002 dan kini telah memasuki usia 23 tahun. Perjalanan panjang daerah ini tak lepas dari kerja keras masyarakatnya yang di kenal menjunjung tinggi semangat hapakat (gotong royong) dan menjunjung nilai-nilai bahadat (beradat), yang terus menjadi fondasi pembangunan hingga kini. (pra)
EDITOR : TOPAN




