Antrean Panjang SPBU Jadi Sorotan, Eldoniel Mahar Minta Solusi Menyeluruh

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Antrean panjang hampir di seluruh SPBU di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi tersebut dinilai tidak normal dan perlu segera mendapat penanganan komprehensif dari para pemangku kepentingan.
Politisi PSI, Eldoniel Mahar SE MBA, saat ditemui di kediamannya menyampaikan pandangannya terkait fenomena kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dengan situasi di sejumlah daerah lain yang baru saja ia kunjungi, seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Jakarta hingga Banjarmasin.
“Sekitar dua hingga empat minggu lalu saya melakukan perjalanan ke beberapa kota di Pulau Jawa dan pulang melalui Banjarmasin. Selama perjalanan itu, saya tidak pernah melihat antrean panjang kendaraan di SPBU seperti yang terjadi sekarang di Palangka Raya, bahkan kabarnya juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menilai, antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di SPBU merupakan kondisi yang abnormal dan cukup mengherankan, terlebih telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya perubahan signifikan.
“Fenomena antrean ular panjang ini seolah hanya terjadi di daerah kita. Tentu masyarakat bertanya-tanya, kenapa BBM terkesan begitu langka? Apakah suplai terganggu? Jika iya, apa penyebabnya? Kenapa bisa berlangsung lama? Dan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kondisi ini?” katanya.
Eldoniel menegaskan, persoalan tersebut bukan hanya menyulitkan masyarakat pengguna BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pemerintahan dan perekonomian daerah. Pasalnya, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi dan stakeholder terkait lainnya, segera mengambil langkah konkret untuk mencari akar persoalan sekaligus menghadirkan solusi yang menyeluruh.
“Demi kemaslahatan masyarakat dan kelancaran jalannya pemerintahan, para pemangku kepentingan harus bersama-sama mencari tahu penyebab utama persoalan ini dan menghadirkan solusi yang benar-benar komprehensif, bukan parsial. Masalah ini harus segera diatasi dan dicegah agar tidak kembali terulang di kemudian hari,” pungkasnya.(yan/b-3).



