BeritaHukum Dan KriminalKALTENGNASIONAL

Bangun ASN Bersih dan Transparan, Kajati Kalteng Paparkan Strategi Pencegahan Korupsi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Nurcahyo J.M menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pembinaan yang digelar Gubernur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang Lantai 2 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (18/2/2026) kemarin. Pembinaan ini difokuskan pada penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN), peningkatan akuntabilitas, serta sinergi antarunsur pimpinan daerah dalam mendukung program strategis pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya bertajuk “Memperkuat Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Korupsi”, Kajati Kalteng menyoroti posisi Indonesia dalam rilis Corruption Perception Index (CPI) 2024 yang memperoleh skor 34 dan berada di peringkat 109.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang kerap menjadi penyebab terjadinya tindak pidana korupsi, di antaranya faktor individu, kepemimpinan yang lemah, sistem pengendalian yang tidak optimal, serta rendahnya partisipasi masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari komitmen pribadi setiap pejabat. Selain itu, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup langkah preventif, detektif, hingga represif.

“Pencegahan korupsi dimulai dari diri sendiri. Namun, harus didukung strategi yang menyeluruh agar pengawasan dan penindakan berjalan seimbang,” ujarnya.

Nurcahyo juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan berkarakter antikorupsi. Seorang pemimpin, kata dia, wajib memiliki komitmen kuat dalam menjalankan pemerintahan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Di akhir paparannya, ia menyebut sejumlah karakter yang perlu dimiliki pemimpin antikorupsi, antara lain menjunjung tinggi integritas, memiliki visi yang jelas, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan sulit, mandiri, serta mampu menjadi teladan.

Selain Kajati Kalteng, kegiatan pembinaan tersebut turut menghadirkan Gubernur Kalimantan Tengah, Pangdam XXII/Tambun Bungai, serta Kapolda Kalimantan Tengah sebagai pemateri.

“Pembinaan ini diharapkan memperkuat soliditas dan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih di Kalimantan Tengah,” tukasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button