Berita

Bias Gender yang Masih Dihadapi Perempuan

Seputar Kesetaraan Gender

  1. Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan Masih Rendah
    Partisipasi tenaga kerja perempuan, 30 persen di belakang laki-laki dan hampir 83 persen pekerjaan perempuan ada di sektor informal.
  2. Jarang Dipromosikan
    Tapi ini bukan masalah pendidikan. World Bank’s 2021 Report tentang gender dan pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa meskipun perempuan memiliki kinerja yang unggul dalam pendidikan, perempuan lebih jarang dipromosikan dan lebih sedikit mencari peluang promosi.
  3. Kesenjangan Gaji
    Masalah itu menyebabkan kesenjangan gaji yang besar antara laki-laki dan perempuan. Para peneliti mengidentifikasi bahwa pola sejarah dan budaya yang mendalam menjadi faktor utama dalam pilihan dan peluang perempuan dalam hidup.
  4. Di batasi Soal Akses Internet
    Tidak hanya itu, laporan dari Google tentang ‘Towards Gender Equity Online’ yang di lakukan di Indonesia dan enam negara berkembang lainnya — menemukan banyak hambatan tumpang tindih yang mencegah perempuan untuk sepenuhnya menikmati manfaat yang di ciptakan internet.
    Banyak perempuan berjuang untuk menemukan konten yang relevan di internet, Terlebih lagi, lebih sedikitnya figur perempuan inspiratif yang sesuai dengan norma dan budaya lokal atau komunitas perempuan di internet yang memungkinkan mereka dengan bebas mengajukan pertanyaan yang penting namun di anggap sensitif secara sosial seperti bagaimana menjadi ibu yang baik atau seputar kesehatan reproduksi.
    Bahkan di lingkungan fisiknya, perempuan menghadapi pembatasan akses ke internet, karena anggota keluarga yang mungkin bermaksud baik cenderung khawatir tentang paparan yang akan di dapatkan anggota keluarga perempuan mereka di dunia yang lebih luas, mengenai keamanan berinternet, dan potensi gangguan dari tanggung jawab yang harus mereka jalankan dan di terima di masyarakat sosial.
  5. Kedudukan Perempuan Dalam Segala Aspek
    Pilar kelima dalam Sustainable Development Goals menjelaskan bahwa ketidaksetaraan gender mengganggu kemampuan Indonesia untuk berkembang, upaya pemberantasan kemiskinan, dan pemerintahan yang efektif.
    Dengan demikian, menggalakan kesetaraan gender harus menjadi salah satu perhatian utama dari strategi pembangunan. Mendorong kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan dalam hal partisipasi ekonomi. Akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan politik dan dalam rangka membantu bangsa untuk benar-benar mencapai potensinya.(tur)
Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button