Bosan dengan Tempat Kerja Sekarang? Simak Cara Memulai Karier di Bidang Baru
KALTENG.CO-Menapaki tangga karier yang sukses adalah impian bagi banyak orang. Dedikasi bertahun-tahun seringkali dicurahkan demi mencapai posisi puncak di industri yang digeluti.
Namun, di tengah perjalanan tersebut, tidak jarang muncul perasaan jenuh, tidak cocok, atau panggilan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Fenomena pindah jalur karier atau switch career kini menjadi hal yang lumrah. Meski demikian, meninggalkan zona nyaman dan memulai segalanya dari nol di industri yang berbeda bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan keberanian sekaligus strategi yang matang agar keputusan ini tidak menjadi bumerang bagi masa depan Anda.
Bagi Anda yang mulai merasakan dorongan untuk berganti haluan, berikut adalah beberapa pertimbangan krusial menurut referensi dari IYF dan Top Resume yang perlu Anda renungkan:
1. Evaluasi Alasan Utama: Emosi Sesaat atau Kebutuhan?
Sebelum melangkah lebih jauh, tanyakan pada diri sendiri: Mengapa saya ingin pindah? Apakah karena Anda benar-benar tidak menyukai bidang pekerjaannya, atau sekadar karena atasan yang toksik dan beban kerja yang sedang tinggi?
Jika masalahnya adalah lingkungan kerja, mungkin Anda hanya butuh pindah perusahaan, bukan pindah karier. Switch career yang sesungguhnya berarti Anda siap meninggalkan keahlian spesifik lama Anda untuk mempelajari ekosistem yang benar-benar baru.
2. Identifikasi “Transferable Skills” yang Anda Miliki
Anda tidak benar-benar mulai dari nol. Hampir setiap profesi memiliki kemampuan yang dapat ditransfer (transferable skills). Misalnya:
- Kemampuan kepemimpinan (leadership).
- Manajemen waktu dan proyek.
- Komunikasi publik atau negosiasi.
- Analisis data.
Identifikasi kemampuan apa dari pekerjaan lama yang tetap relevan di jalur karier yang baru. Ini akan menjadi modal utama Anda untuk bersaing dengan mereka yang sudah lebih dulu ada di bidang tersebut.
3. Riset Mendalam Mengenai Industri Tujuan
Jangan hanya melihat sisi “keren” dari industri baru. Lakukan riset mendalam mengenai:
- Standar Gaji: Apakah Anda siap jika harus menerima gaji awal yang lebih rendah dibanding posisi senior Anda saat ini?
- Kultur Kerja: Apakah ritme kerjanya sesuai dengan gaya hidup Anda?
- Prospek Jangka Panjang: Apakah industri tersebut sedang tumbuh atau justru mulai terdisrupsi teknologi?
4. Kesiapan Mental dan Finansial
Pindah jalur karier seringkali berarti menjadi “anak bawang” kembali. Anda mungkin akan dipimpin oleh seseorang yang lebih muda atau harus belajar istilah-istilah dasar lagi.
Selain mental, siapkan pula dana darurat. Proses transisi karier bisa memakan waktu berbulan-bulan, mulai dari kursus tambahan, membangun portofolio, hingga proses wawancara kerja yang panjang.
5. Membangun Networking di Bidang Baru
Koneksi adalah kunci. Mulailah mendekati orang-orang yang sudah sukses di bidang yang Anda incar. Jangan ragu untuk bertanya melalui LinkedIn atau menghadiri seminar relevan. Seringkali, peluang kerja di jalur baru justru datang dari rekomendasi orang dalam dibandingkan melamar secara konvensional melalui portal lowongan kerja.
Pindah jalur karier bukan berarti Anda gagal di masa lalu, melainkan bentuk keberanian untuk mencari kebahagiaan dan aktualisasi diri yang lebih tepat. Dengan pertimbangan yang matang, transisi ini bisa menjadi pintu menuju kesuksesan yang lebih bermakna. (*/tur)




