BeritaKAWAT DUNIATechno

Bukan Mars, Elon Musk Targetkan Bangun Kota Mandiri di Bulan dalam 10 Tahun

KALTENG.CO-Elon Musk kembali mengguncang industri kedirgantaraan global. Pendiri sekaligus CEO SpaceX ini secara resmi mengumumkan perubahan haluan besar dalam peta jalan (roadmap) perusahaannya.

Jika selama satu dekade terakhir Mars menjadi “bintang utama”, kini SpaceX resmi menempatkan Bulan sebagai fokus utama kolonisasi manusia.

Keputusan strategis ini menandai babak baru dalam perlombaan ruang angkasa abad ke-21, di mana efisiensi logistik dan persaingan geopolitik menjadi faktor penentu.

Kota Mandiri di Bulan: Target Kurang dari 10 Tahun

Melalui unggahan di platform X (dahulu Twitter), Musk menegaskan bahwa SpaceX akan mengalihkan sebagian besar sumber dayanya untuk membangun permukiman berkelanjutan di satelit alami Bumi tersebut.

“SpaceX telah secara resmi mengalihkan fokus untuk membangun sebuah kota mandiri yang dapat berkembang dengan sendirinya di Bulan dan kami berpotensi mencapainya dalam waktu kurang dari 10 tahun,” tulis Musk.

Langkah ini dianggap lebih realistis. Jarak Bulan yang lebih dekat memungkinkan frekuensi peluncuran yang lebih tinggi dibandingkan Mars, yang jendela peluncurannya hanya terbuka setiap 26 bulan sekali. Dengan waktu perjalanan yang singkat, iterasi teknologi dan pengiriman material infrastruktur dapat dilakukan secara masif dan cepat.

Mengapa Bulan? Alasan Logistik dan Geopolitik

Berdasarkan laporan Reuters (9/2/2026), pergeseran ini bukan berarti SpaceX melupakan Mars. Musk menyatakan bahwa misi ke Planet Merah tetap akan dimulai dalam 5 hingga 7 tahun ke depan. Namun, Bulan diprioritaskan sebagai “benteng” untuk mengamankan masa depan peradaban manusia lebih awal.

Beberapa poin kunci di balik perubahan strategi ini meliputi:

  • Kecepatan Iterasi: Pembangunan infrastruktur di Bulan memungkinkan uji coba teknologi sistem kehidupan (life support) secara real-time.

  • Sumber Daya Lokal: Fokus pada produksi oksigen dan bahan bakar dari material bulan (In-Situ Resource Utilization).

  • Persaingan Global: AS dan Tiongkok saat ini tengah terlibat dalam persaingan ketat untuk mendominasi kutub selatan Bulan yang kaya akan es air.

Ambisi Pendaratan Maret 2027

Sebagai bukti keseriusan, SpaceX menargetkan pendaratan tanpa awak pertama di Bulan pada Maret 2027. Target ambisius ini telah dipaparkan kepada para investor, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Rencana ini didukung oleh pengembangan roket Starship yang terus dipercepat. Selain itu, integrasi SpaceX dengan xAI (perusahaan kecerdasan buatan milik Musk) diharapkan menjadi fondasi infrastruktur AI untuk menavigasi kompleksitas operasional di luar angkasa secara otomatis dan efisien.

Tantangan Teknis yang Menanti

Meski optimisme Musk meluap, para analis antariksa tetap memberikan catatan kritis. Membangun kota mandiri di Bulan bukan sekadar mengirim manusia, melainkan menciptakan ekosistem tertutup yang mampu bertahan dari radiasi ekstrem dan ketiadaan atmosfer dalam jangka panjang.

Namun, dengan rekam jejak SpaceX dalam merevolusi teknologi roket yang dapat digunakan kembali (reusable), banyak pihak percaya bahwa visi “Kota di Bulan” bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan target yang tinggal menunggu waktu. (*/tur)

Related Articles

Back to top button