BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Cara Membangun Harga Diri Sejati: Jangan Biarkan “Candaan Menyakitkan” Merusak Harimu

KALTENG.CO-Menjadi dewasa sering kali dianalogikan seperti kabut yang perlahan menghilang dari pandangan. Saat masih muda, pandangan kita tentang hubungan dan interaksi sosial sering kali kabur oleh keinginan untuk diterima atau ketakutan akan kesepian. Kita cenderung mentoleransi banyak hal yang sebenarnya melukai batin.

Namun, seiring berjalannya waktu, perspektif kita berubah. Menua membawa sebuah hadiah istimewa: kejelasan. Kita mulai menyadari bahwa energi manusia itu terbatas, dan kedamaian pikiran adalah kemewahan yang harus dijaga ketat.

Mengapa Kita Sering “Memaklumi” di Masa Muda?

Di masa lalu, Anda mungkin sering mengabaikan komentar yang menyakitkan. Ketika seseorang mengecewakan Anda, otak Anda secara otomatis bekerja menciptakan pembelaan untuk mereka.

“Mungkin mereka sedang stres,” atau “Dia pasti tidak bermaksud bicara begitu,” menjadi mantra yang kita gunakan untuk menelan kekecewaan.

Namun, seiring bertambahnya usia, Anda mulai melihat pola, bukan lagi sekadar kejadian tunggal. Anda menyadari bahwa rasa hormat terhadap diri sendiri bukanlah sesuatu yang datang secara kebetulan atau pemberian orang lain; itu adalah sesuatu yang Anda bangun dan lindungi dengan batas-batas (boundaries) yang tegas.


Batas Antara Toleransi dan Harga Diri

Tentu saja, memiliki harga diri bukan berarti kita menjadi sosok yang kaku atau egois. Kita semua adalah manusia yang penuh dengan kesalahan. Menghargai diri sendiri bukan berarti memutus hubungan setiap kali seseorang melakukan kesalahan kecil.

Namun, ada beberapa perilaku spesifik yang biasanya mulai ditinggalkan oleh orang-orang yang telah menemukan harga diri sejati:

1. Kritik yang Dibungkus Sebagai “Bercanda”

Kita tidak lagi memberi ruang bagi orang-orang yang merendahkan kita di depan umum lalu berlindung di balik kalimat, “Ah, begitu saja baper, kan cuma bercanda.”

2. Hubungan Satu Arah

Seiring bertambahnya usia, Anda menyadari bahwa hubungan—baik persahabatan maupun asmara—membutuhkan timbal balik. Anda berhenti menjadi satu-satunya pihak yang selalu menghubungi duluan atau memberikan bantuan tanpa pernah dihargai.

3. Manipulasi dan Gaslighting

Pengalaman hidup membuat Anda lebih peka terhadap pola manipulasi. Anda berhenti meragukan realitas Anda sendiri hanya karena seseorang mencoba memutarbalikkan fakta demi kepentingan mereka.


Kedamaian Itu Berharga, Energi Itu Terbatas

Rasa hormat pada diri sendiri adalah bentuk tertinggi dari perawatan diri (self-care). Ketika Anda berhenti mentoleransi hal-hal yang menguras energi negatif, Anda sebenarnya sedang menyediakan ruang untuk hal-hal yang jauh lebih baik: hubungan yang sehat, karier yang mendukung, dan ketenangan batin.

Seiring waktu, Anda tidak lagi merasa perlu menjelaskan kepada semua orang mengapa Anda menarik diri atau mengapa Anda berkata “tidak”. Anda cukup merasa tenang dengan keputusan tersebut karena Anda tahu bahwa melindungi diri sendiri adalah kewajiban, bukan pilihan.


Menua dengan Anggun

Menua dengan anggun bukan hanya soal penampilan fisik, melainkan soal kedewasaan emosional. Ini tentang keberanian untuk berkata, “Saya layak mendapatkan yang lebih baik,” dan benar-benar mempercayainya.

Lindungilah kedamaian Anda seperti Anda melindungi harta yang paling berharga. Karena pada akhirnya, kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh apa yang kita pilih untuk tetap ada di dalam lingkaran kita, dan apa yang kita pilih untuk lepaskan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button