
Dan, kerinduan itu terbayar lunas. Bahkan, ketika menunggu start yang tertunda, penonton mendapat tontonan bonus ”aksi teatrikal” Istiati Wulandari atau yang akrab disapa Rara yang berjuang memindahkan hujan.
Sebuah tontonan yang tidak pernah ada dalam sejarah MotoGP.
Rara terlihat berjalan mengelilingi lintasan sirkuit. Dia membawa bejana terbuat dari kuningan. Dia memukul-mukul kendi sambil berjalan.
Kontan saja kondisi itu memantik perhatian penonton dan para pembalap. ”Saya melakukan pengalihan hujan supaya tidak turun di sirkuit,” kata Rara kepada wartawan.
Ritual yang dilakukannya bertujuan untuk menggeser hujan ke sisi selatan dan utara. Sehingga tidak turun di arena sirkuit.
Menurut dia, apa yang dilakukannya sudah disetujui panitia. ”Atasan saya di sini Pak Erick Thohir dan Pak Jokowi. Saya lakukan agar acara ini aman,” katanya.
Pantauan, memperlihatkan sejumlah peralatan yang dipakai Rara untuk beraksi. Dia membakar setumpuk kayu, hingga asapnya membubung ke angkasa. Di tengah-tengah api tampak beberapa batang es batu.
Ada juga kolam yang dikelilingi beberapa sesajen. ”Kita bersyukur sekarang hujan sudah reda,” ujar perempuan itu.
Untuk melaksanakan tugasnya, Rara mengaku digaji Rp 5 juta. Dia bekerja sejak 1 Maret hingga hari ini (21/3). Artinya, selama 21 hari bekerja, dia bisa mengantongi Rp 105 juta.



