Cegah Stunting di Desa Anjir Kalampan, Mahasiswa KKN Kebangsaan Lakukan Ini

KUALA KAPUAS,Kalteng.co-Upaya mencegah stunting atau terhambatnya masa pertumbuhan pada kanak-kanak, menjadi salah program mahasiswa KKN Kebangsaan yang ditempatkan di wilayah Provinsi Kalteng.
Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Kebangsaan asal Universitas Palangka Raya,Universitas Bangka Belitung, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Baiturrahmah, Institut Teknologi Sumatera dan IAHN Tampung Penyang bersama Dengan Tenaga Kesehatan melakukan pemantauan Stunting kepada masyarakat Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Senin (1/8/2022).
Eni Sri Rujiem menyebutkan pemantauan tumbuh kembang dan pendataan kondisi kesehatan anak menjadi parameter penting dalam menurunkan angka stunting.
“Kita berharap semakin banyak anak yang bisa dipantau tinggi badannya, berat badan dan panjang anak di desa ini ,” kata Eni
Pemantauan Stunting kepada anak anak di desa Anjir Kalampan dibantu oleh mahasiswa KKN Kebangsaan dalam melakukan kuisioner kepada ibu ibu yang anak nya terdampak stunting untuk didata dan melakukan pengecekan kembali perkembangan anak kedepannya
Mahasiswa KKN kebangsaan Friska Adilla melalui kuisioner mengatakan bahwa hal hal yang berkaitan dengan anak adalah pola kehidupan yang diterapkan oleh ibunya, maka dengan demekian perlunya kuisioner dalam rangka mendata beberapa hal yang mejadi pedoman terhadap anak anak yang bergejala stunting

Pemantauan Stunting
“Menjaga pola makan, melakukan perawatan serta uji kuisioner kepada anak terhadapa kehidupan sehari harinya ketika timbul gejala penyakit harus bisa di rawat secepatnya agar guna mencegah stunting “ ucap Friska
Dari data pemantauan pada anak tersebut yang dilakukan dengan kuisioner dengan ibu, nantinya dicatat ke dalam sebuah pencatatat harian bersama dengan nama dan alamat anak agar lebih rinci dan akurat.
Dalam hasil pemantauan yang dilakukan, terdapat 6 anak yang dilakukan pengecekan berat,tinggi dan panjang pada anak dan mendapatkan hasil peningkatan dan penurunan pada anak yang diukur oleh Kader Poskesdes beberapa minggu lalu.
Melalui data yang dihimpun tersebut pula, intervensi terpadu dapat dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah, puskesmas hingga pihak desa. Sehingga permasalahan seperti ketersediaan air bersih, rumah tak layak huni dapat terselesaikan termasuk juga edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (tur)



