AKHIR PEKANBeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Mengatasi Lingkaran Pikiran Negatif: 3 Strategi Ampuh untuk Kesehatan Mentalmu

KALTENG.CO-Merasa terjebak dalam pusaran pikiran negatif? Jangan khawatir, itu adalah hal yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya.

Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, pikiran negatif bisa merenggut energi, mengganggu aktivitas harian, dan bahkan berdampak serius pada kesehatan mental. Lebih jauh lagi, mood negatif ini bisa menular dan memengaruhi orang-orang di sekitar kita.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki strategi jitu agar bisa keluar dari lingkaran pikiran negatif yang menguras energi.

Dilansir dari kanal YouTube Satu Persen – Indonesian Life School (31/5/2025), berikut adalah tiga strategi yang bisa kamu coba untuk kembali meraih ketenangan dan produktivitas:

1. Kenali dan Akui Emosimu

Langkah pertama untuk mengatasi pikiran negatif adalah mengenali dan mengakui emosi yang sedang kamu rasakan. Seringkali, kita cenderung menekan atau mengabaikan perasaan tidak nyaman. Padahal, ini justru bisa membuat pikiran negatif semakin kuat.

  • Beri Nama Emosi Tersebut: Coba identifikasi dengan jelas apa yang kamu rasakan. Apakah itu rasa cemas, sedih, marah, frustrasi, atau kecewa? Memberi nama pada emosi membantu kita untuk memprosesnya secara lebih sadar.
  • Terima Tanpa Menghakimi: Setelah mengenali, terima emosi itu apa adanya. Jangan menghakimi diri sendiri karena merasa “lemah” atau “tidak seharusnya” merasakan hal itu. Ingat, semua emosi adalah bagian dari pengalaman manusia.
  • Fokus pada Sensasi Fisik: Terkadang, emosi muncul dalam bentuk sensasi fisik. Perhatikan bagaimana tubuhmu merespons. Apakah ada ketegangan di bahu, detak jantung yang lebih cepat, atau rasa tidak nyaman di perut? Dengan menyadari sensasi fisik, kita bisa lebih hadir dengan emosi tersebut.

Dengan mengakui dan menerima emosi, kita memberikan ruang bagi diri sendiri untuk memprosesnya, bukan menekannya. Ini adalah fondasi penting untuk melangkah ke strategi selanjutnya.

2. Tantang Pikiran Negatifmu

Pikiran negatif seringkali datang dalam bentuk asumsi, generalisasi, atau distorsi kognitif yang tidak realistis. Setelah kamu mengakui emosimu, saatnya untuk menantang validitas pikiran negatif tersebut.

  • Pertanyakan Bukti: Ketika sebuah pikiran negatif muncul (“Aku pasti gagal,” “Tidak ada yang peduli padaku”), coba tanyakan: “Apa bukti yang mendukung pikiran ini? Apakah ada bukti yang menentang pikiran ini?” Seringkali, kita akan menyadari bahwa pikiran negatif itu hanyalah sebuah interpretasi, bukan fakta.
  • Cari Alternatif Sudut Pandang: Coba lihat situasi dari perspektif lain. Bagaimana jika temanmu menghadapi situasi yang sama, nasihat apa yang akan kamu berikan padanya? Atau, bagaimana jika ini dilihat dari sudut pandang yang lebih positif?
  • Ganti Kata-kata Negatif: Otak merespons pada bahasa yang kita gunakan. Alih-alih mengatakan “Aku tidak bisa”, coba ganti dengan “Aku akan mencoba”, atau “Aku sedang belajar”. Perubahan kecil dalam pilihan kata dapat memiliki dampak besar pada mindset kita.
  • Batasi Paparan Pemicu Negatif: Jika ada berita, media sosial, atau bahkan orang tertentu yang secara konsisten memicu pikiran negatifmu, pertimbangkan untuk membatasi paparanmu terhadap hal-hal tersebut.

Menantang pikiran negatif bukan berarti menyangkal realitas, melainkan belajar untuk melihat situasi secara lebih seimbang dan realistis.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button