Cornelis Sebut Merintis dari Nol PT BMB

Bermodal keinginan keras untuk kembali membesarkan PT BMB, dengan tertatih-tatih Cornelis membeli sejumlah alat berat menggunakan dana pribadi melalui pinjaman ke beberapa pihak. Hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi keuangan PT BMB sepeninggal Cornelis sedang tidak baik-baik saja.
“Keadaan keuangan perusahaan tidak mampu lagi untuk membeli alat berat, sehingga meminta saya untuk membeli alat berat untuk disewakan di PT BMB,” ucap Cornelis mencoba mengingat perkataan Mak Chee Meng, Presiden Komisaris PT BMB waktu itu.
Lewat tangan Cornelis, masuknya alat berat sekitar tahun 2017 hingga 2018 membuat kondisi PT BMB semakin membaik. Produksi kebun kelapa sawit mulai meningkat diiringi terbuknya akses jalan, dan satu demi satu, semua permasalahan yang ada dapat diselesaikannya.
Besarnya potensi market tandan buah segar (TBS) masyarakat di sekitar PT BMB, berlanjut dengan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di estate Manuhing pada 2017, dan ini juga lewat usaha kerja keras Cornelis.
Namun ternyata, ungkapnya, dari sinilah petaka kedua dimulai. Kendala keuangan yang dihadapi sepeninggal Cornelis menyelesaikan masalah harus membuatnya kembali harus berkorban.
Demi upaya pinjam dana dari Bank CIMB untuk pembangunan PKS, kata Cornelis, dia harus berkorban dengan melepas jabatan sebagai komisaris di PT BMB.
Persyaratan kredit itu mengharuskan adanya jaminan supplier TBS, membuat dia diminta mengundurkan diri dan membentuk CV Dua Putri yang bermitra dengan masyarakat sebagai penjamin dan pemasok TBS ke PKS.
“Demi berkembangnya PT BMB, Saya bersedia mengundurkan diri waktu itu karena CBIP selaku grup dari PT BMB menjanjikan akan kembali mengangkat saya sebagai komisaris setelah proses administrasi pinjaman di bank CIMB selesai,” jelasnya seraya menegaskan bahwa janji itu ada tertuang jelas dalam petikan yang dibuat presiden dan direktur utama PT BMB tanggal 26 April 2018, bahwa setelah mundur kemudian dia diangkat kembali.
Cornelis ternyata tak kunjung Kembali diangkat menjadi komisaris di PT BMB meski pinjaman dana telah selesai dilakukan.
Seluruh perjuangan Cornelis bahkan harus sirna pada Agustus 2022. Sejumlah pihak mengaku sebagai manajemen baru PT BMB berdasarkan berita acara RUPS LB.
“Saya bahkan tidak mendapat undangan RUPS LB sebagai pemegang saham,” kata Cornelis.(fiq)



