DAD Minta Bijak Dalam Beropini

Mengedepankan Prinsip-Prinsip Musyawarah Mufakat
Namun hal tersebut harus di lakukan secara bermartabat dan menjunjung tinggi asas – asas Intelektualitas yang mengedepankan logika. Integritas keilmuan serta objektivitas dalam berfikir dan berpendapat, tanpa bersikap tendensius atau mendeskriditkan pihak lain apalagi terhadap tokoh yang di hormati secara luas karena peran dan jasanya bagi perkembangan pembangunan keilmuan dan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan.
“Bagi Lembaga Adat Dayak, Dr. Andrie Elia, SE, M.Si, merupakan tokoh yang sangat di hormati dan menjadi panutan. Karena beliau mampu meningkatkan sumber daya UPR untuk bersaing dengan Universitas yang lain di seluruh Indonesia. Sehingga tidak di ragukan lagi komitmen untuk besama-sama membangun SDM manusia Dayak. Agar dapat sejajar dengan komunitas lain di negeri ini,” ujarnya.
Kendati demikian, ia menekankan kepada Ricky Zulfauzan bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan menjunjung tinggi integritas keilmuan. Di mana logika dan ilmu harus bersatu dengan kebijaksanaan serta mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah mufakat.
“Sebagai sesama akademisi, kita seharusnya bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan menjunjung tinggi integritas keilmuan. Di mana logika dan ilmu harus bersatu dengan kebijaksanaan serta mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah mufakat. Sesuai dengan prinsip – prinsip Huma Betang yang menjadi filosofi luhur suku Dayak di seluruh Kalimantan dan dunia,” tandasnya.
(ina)




