AKHIR PEKANBeritaFAMILYHIBURANMETROPOLIS

Dampak ‘Jumbo’s Free Buzzers’: Film Animasi Indonesia Ini Tembus 1 Juta Penonton dan Go Global

KALTENG.CO-Industri perfilman animasi Indonesia baru saja mencatatkan babak emas. Film animasi berjudul Jumbo, karya Visinema Studios, sukses menorehkan sejarah baru dengan menjadi film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.

Hanya dalam waktu tujuh hari sejak penayangan perdananya pada 31 Maret, film yang disutradarai dan ditulis oleh Ryan Adriandhy ini berhasil menarik perhatian lebih dari satu juta penonton di bioskop.

Dilansir dari media hiburan global terkemuka, Variety, pada Sabtu (11/10/2025), pencapaian fenomenal ini secara resmi melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir yang telah bertahan selama delapan tahun.

Kekuatan Cerita Ramah Keluarga di Tengah Dominasi Horor

Kesuksesan Jumbo menjadi semakin mengesankan karena terjadi di tengah masifnya dominasi film horor yang saat ini menguasai lebih dari 50 persen rilis layar lebar di Indonesia. Berbeda dari tren yang ada, Jumbo justru menonjol berkat penceritaan yang hangat, ramah keluarga, dan pesan moral yang kuat.

Film ini mengisahkan petualangan Don, seorang anak laki-laki yang berjuang mengejar mimpinya melalui pertunjukan bakat. Inti cerita berfokus pada tema keberanian, harapan, dan ikatan keluarga, yang terinspirasi dari buku dongeng peninggalan orang tua Don. Kehangatan karakter dan nilai persahabatan dalam film ini berhasil menyentuh emosi penonton dari berbagai kalangan usia, menjadikannya tontonan universal.

Produser Jumbo, Anggia Kharisma, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan luar biasa dari masyarakat. “Angka penonton yang tinggi bukan sekadar pencapaian komersial semata, tetapi juga merupakan cerminan cinta dan kepercayaan publik terhadap karya anak bangsa,” ujar Anggia, menekankan pentingnya dukungan terhadap animasi lokal.

Fenomena “Jumbo’s Free Buzzers” dan Keberanian Go Global

Di balik kesuksesan box office domestik, Jumbo juga mendapat dukungan masif di ranah digital. Para penonton yang secara sukarela menamakan diri mereka “Jumbo’s Free Buzzers” ramai-ramai menciptakan meme dan unggahan kreatif, membuat film ini menjadi viral di platform X (Twitter) dan TikTok. Fenomena buzz organik ini semakin memperkuat posisi Jumbo sebagai ikon baru animasi nasional.

Kabar baik bagi industri animasi Indonesia tidak berhenti di sana. Sutradara Ryan Adriandhy mengumumkan perkembangan menggembirakan: Jumbo dipastikan akan tayang di 40 negara di berbagai benua.

Adriandhy menjelaskan bahwa kesepakatan distribusi telah terjalin luas, mencakup wilayah seperti Rusia, Amerika Latin, Asia Timur, Asia Tengah, hingga Afrika. Langkah masif ini menandai upaya konkret dan ambisi besar untuk membawa film animasi Indonesia ke panggung hiburan global.

Visinema Group, selaku rumah produksi yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko, menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat posisi industri animasi nasional di pasar global.

Setelah sukses melahirkan karya populer seperti Nussa, Mencuri Raden Saleh, dan Keluarga Cemara, melalui Jumbo, Visinema kembali membuktikan bahwa animasi karya anak bangsa memiliki kualitas untuk bersaing dan diakui secara internasional. (*/tur)

Related Articles

Back to top button