BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Desersi dan Gabung Tentara Rusia, Personel Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio Resmi Jadi DPO

KALTENG.CO-Dunia kepolisian Indonesia dikejutkan dengan kabar mengejutkan dari Aceh. Seorang personel Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, dilaporkan telah meninggalkan tugas tanpa izin (desersi) dan diduga kuat bergabung dengan militer Rusia dalam konflik bersenjata di Ukraina.

Kabar ini terkonfirmasi setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran mendalam terhadap keberadaan anggota tersebut yang telah menghilang selama beberapa pekan.

Terdeteksi di Wilayah Donbass

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar, Bripda Rio diduga sudah berada di wilayah Donbass, Ukraina Timur. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik panas pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Pihak Polda Aceh memastikan bahwa keberangkatan Rio ke luar negeri sama sekali tidak mengantongi izin dari kesatuan alias melakukan tindakan desersi.

Rekam Jejak Pelanggaran Kode Etik

Sebelum dikabarkan berada di Rusia, Bripda Muhammad Rio ternyata memiliki catatan disiplin yang buruk di internal Polri. Ia pernah menjalani persidangan oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait kasus kehidupan pribadi.

  • Kasus Pelanggaran: Perselingkuhan hingga pernikahan siri.
  • Sanksi KKEP: Putusan nomor PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP pada 14 Mei 2025 menjatuhkan sanksi mutasi demosi selama 2 tahun.
  • Penempatan: Akibat sanksi tersebut, ia ditempatkan di Yanma Brimob Polda Aceh sebagai bentuk pembinaan.

Kronologi Menghilang dan Pesan WhatsApp dari Rusia

Pelarian Bripda Rio bermula pada 8 Desember 2025, di mana ia mulai tidak masuk dinas tanpa keterangan. Setelah nyaris satu bulan menghilang, pada 7 Januari 2026, Rio tiba-tiba mengirimkan pesan mengejutkan melalui WhatsApp kepada rekan-rekan sejawatnya di Provost Satuan Brimob dan Kasi Yanma.

Dalam pesan tersebut, Rio mengirimkan bukti berupa:

  1. Dokumentasi Foto dan Video: Menampilkan dirinya bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.
  2. Proses Pendaftaran: Gambaran mengenai bagaimana ia bisa masuk ke dalam kesatuan tersebut.
  3. Rincian Gaji: Informasi mengenai nominal gaji dalam mata uang Rubel yang dikonversi ke Rupiah.

Penetapan Status DPO

Kombes Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan prosedur pencarian maksimal sebelum isu ini mencuat ke publik. Tim kepolisian sudah mendatangi kediaman pribadi hingga rumah orang tua Rio, namun hasilnya nihil.

Sebagai langkah tegas, Satbrimob Polda Aceh resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tertanggal 7 Januari 2026.

“Terkait absennya yang bersangkutan dalam dinas, kami telah melakukan upaya pencarian dan pemanggilan. Kasus ini juga telah dilaporkan ke Bidpropam,” pungkas Kombes Joko dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026). (*/tur)

Related Articles

Back to top button