Dimulai! 12,5 Juta Santri & Pelajar Ikuti Cek Kesehatan Gratis Nasional

KALTENG.CO-Kabar gembira bagi para pelajar dan santri di seluruh Indonesia! Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa di sekolah, madrasah, dan pesantren secara resmi telah dimulai.
Inisiatif penting ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan kebugaran generasi muda sebagai modal utama masa depan bangsa. Salah satu titik awal pelaksanaan program ini berlangsung di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta pada Minggu (4/8/2025), dengan antusiasme tinggi dari para santri.
Detail Pemeriksaan dan Antusiasme Santri
Di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, para santri secara bergiliran menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif. Total ada 14 jenis pemeriksaan yang dilakukan, mencakup aspek-aspek vital kesehatan. Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Mata
- Telinga
- Gigi
- Hati (khususnya terkait hepatitis)
- Tekanan Darah
- Anemia
- Serta pemeriksaan kesehatan umum lainnya.
Tak hanya itu, aspek kebugaran fisik juga tak luput dari perhatian. Anak-anak diminta untuk lari keliling lapangan sebagai bagian dari pengecekan kebugaran mereka. Total ada 100 santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang berpartisipasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis ini.
Salah satunya adalah Ahmad Faiz Setiawan, santri berusia 16 tahun asal Lampung. Faiz menuturkan bahwa ia menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan, mulai dari tinggi badan, tekanan darah, cek darah, hingga pemeriksaan gigi, mata, dan telinga.
“Alhamdulillah normal semua. Catatan dari pemeriksa tadi gosok giginya kurang sempurna,” kata Faiz. Ia mengakui salah satu giginya berlubang dan dianjurkan untuk dicabut oleh petugas medis. Faiz, yang sudah empat tahun mondok di Jakarta, mengungkapkan ini adalah kali pertama ia menjalani pemeriksaan kesehatan di pesantren. Meski beberapa kali hanya sakit flu atau batuk, ia berharap bisa selalu sehat selama berada di pesantren.
Menag Nasaruddin Umar: Upaya Preventif Lebih Hemat
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ini ditinjau langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin menjelaskan skala program ini.
“Total ada 12,5 jutaan murid atau santri di bawah naungan Kemenag yang mengikuti cek kesehatan gratis,” ungkap Nasaruddin. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya terbatas pada madrasah dan pesantren, tetapi juga mencakup lembaga pendidikan agama lain seperti Kristen, Katolik, dan lainnya, menunjukkan inklusivitas program ini.
Menag Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga kesehatan dari sisi agama, karena ibadah menjadi tidak nyaman jika seseorang sakit. Baginya, pemeriksaan kesehatan gratis adalah upaya preventif atau pencegahan yang jauh lebih hemat dibandingkan mengobati penyakit.
“Jangan nunggu sakit baru ke dokter,” tandasnya, menekankan pentingnya deteksi dini dan tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Program CKG ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif, siap menghadapi tantangan masa depan. (*/tur)



