Diprotes Komunitas, Tulisan Kaligrafi Gerbang Sekumpul Langsung Dilepas

Desain Kaligrafi Di Koordinir Asisten 1
Sementara itu, dari pantauan, kaligrafi berada di gerbang di Simpang Empat Lampu Merah Sekumpul tersebut mulai di lepas oleh para pekerja.
Salah seorang pekerja, Uus mengaku bingung kenapa mereka di minta melepas kaligrafi itu. “Padahal baru dua hari di pasang,” ucapnya.

Secara terpisah, Plt Kepala Bappedalitbang Banjar, Riza Dauly menuturkan, Pemkab Banjar yang langsung berkoordinasi dengan kontraktor agar melepas dulu kaligrafi di gerbang Sekumpul itu. “Apabila akan memasang lagi di usahakan agar di periksa dulu oleh tim,” tuturnya.
Penyedia Tidak Bisa Memotong Logam Sesuai Desain Sementara itu, Sekda Banjar M Hilman angkat bicara terkait kaligrafi di gerbang Sekumpul yang tidak sesuai kaidah.
Menurut Hilman, hal itu terjadi karena pelaksana tidak bisa mengcuting/memotong logamnnya untuk membentuk tulisannya seperti desain yang di berikan.
“Terkait kondisi ini di sarankan apabila tidak bisa juga memperbaikinya, lebih baik tulisannya di copot untuk di perbaiki sesuai desain,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam proses perencanaan ruang-ruang yang di perlukan kaligrafi pada Penataan Kawasan Sekumpul, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalsel sebenarnya telah menyerahkannya ke Pemkab Banjar supaya tepat dan berkesesuaian dengan kaidah desainnya.
“Desain kaligrafi di koordinir Asisten 1 yang juga Ketua LPTQ Kab Banjar telah melibatkan expert kaligrafi dan juga mengkonsultasikan ke ulama-ulama di Sekumpul,” paparnya.
Sehingga tambah dia, akhirnya di sepakati desain kaligrafi dan di sampaikan ke BPPW Kalsel untuk di wujudkan dalam pelaksanaan melalui gambar rencana dan spesifikasi yang tertuang pada dokumen perencanaan hingga dokumen kontrak.
“Namun ternyata tulisan kaligrafi yang tampak pada pelaksanaan, tidak sesuai dengan kaidah khat. Itu harus di perbaiki sesuai dengan desain yang di berikan dan tertuang di kontrak,” pungkasnya. (tur)



