BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Disdagperin Prov. Kalteng Gelar Sosialisasi dan Pelatihan BOKAR SIR di Kab. Kapuas

KUALA KAPUAS, Kalteng.co – Dalam rangka menerapkan standar mutu Bahan Olah Karet Alam Spesifikasi Teknis yang diperdagangkan bagi pelaku usaha, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Bahan Olah Karet Standard Indonesian Rubber (BOKAR SIR) di Kabupaten Kapuas. Acara ini berlangsung di Fovere Hotel, Kuala Kapuas, Kamis (11/7/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pelaku usaha karet di wilayah Kabupaten Kapuas tentang cara mengolah dan meningkatkan mutu Bahan Olah Karet (BOKAR) SIR, sehingga mampu bersaing di pasar sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Kepala UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disdagperin Kalteng, Tomas Sembiring, secara resmi membuka sosialisasi dan pelatihan tersebut. Acara ini diikuti oleh 30 peserta dari pelaku usaha karet di wilayah Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, Plt. Kadisdagperin menyatakan, bahwa Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah potensial penghasil karet, yang menjadi salah satu komoditas ekspor dalam bentuk Standard Indonesian Rubber. SIR yang akan diekspor harus memenuhi standar yang telah dipersyaratkan oleh konsumen atau negara tujuan ekspor.

“Tuntutan konsumen atau negara tujuan terhadap standar mutu produk karet semakin meningkat, sehingga perbaikan mutu bahan olah komoditas karet harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari petani, pedagang, hingga perusahaan crumb rubber,” ujarnya.

Tomas Sembiring juga mengungkapkan, bahwa beberapa kondisi kinerja mempengaruhi komoditas karet alam di Indonesia, antara lain harga karet yang rendah menyebabkan banyak pekebun tidak mampu merawat kebunnya, meninggalkan kebun, atau mengkonversi tanaman karet menjadi tanaman lain yang lebih prospektif seperti sawit.

Selain harga, serangan penyakit gugur daun Paestalotiopsis di sebagian besar daerah sentra perkebunan karet juga menjadi penyebab turunnya produksi karet hingga mencapai 30%-40% di Indonesia.

Masalah pandemi Covid-19 yang mengguncang perekonomian dunia dan menyebabkan diberlakukannya kebijakan lockdown di negara-negara pengimpor karet, ancaman resesi global, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh terhadap permintaan komoditas karet alam.

“Melalui sosialisasi dan pelatihan BOKAR SIR ini, diharapkan para peserta dapat menimba ilmu, menambah wawasan, berbagi pengalaman, dan tukar informasi antara satu dengan yang lain, sehingga dapat menerapkan dan mengimplementasikannya di lapangan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button