Dishut Kalteng Adakan In-House Training Aplikasi SIPASHUT

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan in-house training pemantauan kelolaan hutan melalui Sistem Informasi Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan (SIPASHUT) di Hotel Aquarius Boutique, Selasa, (16/7/2024). Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan, Hadriani, yang mewakili Kepala Dinas Kehutanan Agustan Saining.
Dalam sambutannya Hadriani menyampaikan, pentingnya sistem informasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengelolaan hutan. “Sistem informasi berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Diharapkan kita terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat untuk menjawab segala kebutuhan organisasi yang kompleks,” ujarnya.
Sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi, setiap pemegang izin usaha pemanfaatan hutan wajib menyusun dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hutan (RKUPH) dan Rencana Kerja Tahunan Pemanfaatan Hutan (RKTPH), serta laporan kinerja periodik dan laporan keuangan melalui sistem informasi.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk terus membangun dan mengembangkan sistem informasi yang komprehensif dan mudah diakses. Salah satu bukti komitmen ini adalah peluncuran aplikasi SIPASHUT.
“Aplikasi SIPASHUT diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan efisiensi layanan RKUPH/RKTPH, meningkatkan kepatuhan pelaporan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH), serta mendokumentasikan pelaporan PBPH dalam bentuk digital. Saat ini terdapat 101 PBPH yang telah mendapatkan izin dan masih berlaku,” ungkap Hadriani.
Meski demikian, penerapan sistem informasi ini masih menghadapi beberapa kendala. Hadriani berharap kegiatan ini dapat mengatasi kendala-kendala tersebut dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Selain itu, kerja sama dan kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan. Kegiatan in-house training ini menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya meningkatkan pengelolaan hutan di Kalimantan Tengah. (pra)
EDITOR : TOPAN



