BeritaDPRD BARITO UTARALEGISLATIF

DPRD Barito Utara Dorong Digitalisasi IKM untuk Perkuat Daya Saing Produk Lokal

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Anggota DPRD Barito Utara, Suhendra, menekankan pentingnya digitalisasi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah melalui sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan bimbingan teknis pelaporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).

Menurut Suhendra, program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri lokal sekaligus membuka peluang IKM masuk ke e-katalog pemerintah. “Pemahaman yang baik terhadap SIINAS memungkinkan pelaku IKM memperluas pasar dan bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga dalam rantai pasok pemerintah,” katanya, Rabu (3/12/2025).

Politisi DPRD ini menilai IKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, pendampingan yang tepat sangat diperlukan, termasuk pelatihan digital dan manajemen data, agar produk lokal memiliki kualitas dan daya saing yang lebih tinggi.

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk memperkuat industri lokal. Dengan data yang akurat, IKM bisa memanfaatkan peluang pengadaan barang dan jasa pemerintah secara maksimal,” tambah Suhendra.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan rutin dan pelatihan lanjutan, sehingga seluruh pelaku IKM mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka. “DPRD siap mendukung kebijakan yang memperkuat industri lokal dan meningkatkan daya saing produk Barito Utara,” tegasnya.

Bupati Barito Utara Shalahuddin, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, Drs. H. Ardian, menekankan P3DN sebagai strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Ardian menambahkan, arus masuk produk impor menuntut IKM untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing. Melalui Bimtek SIINAS, pelaku industri dapat memahami pelaporan berbasis digital yang memuat data perusahaan, jenis produk, kapasitas produksi, serta potensi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kebijakan tepat lahir dari data yang tepat. Kemajuan industri daerah sangat bergantung pada kedisiplinan pelaku usaha dalam memperbarui data,” ujarnya. (oiq)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button